16 March 2009

Hari ke -3 di Bali

Pagi ini, hujan rintik-rintik diluar tapi ini tidak mengurangi nafsu sarapan pagi saya (apa hubungannya ya? ). Sarapan pagi di hotel Kuta Beach Club boleh dibilang sederhana aja. Nasi goreng, mie goreng, roti bakar dilapisi selai nenas dan strawberi, buah-buahan kurang masak, telur dadar atau mata sapi. Nah itu aja kira-kira menu sarapan pagi yang tersedia. Yah namanya juga sarapan pagi dan dikasih gratis, suka tak suka mesti diisi juga neh perut.

Penjual dendeng + kebun binatang

Supir turnya datang jam 9 dan pagi ini guenya dibawa berkunjung ke kota Denpasar, ibu kotanya Bali. Di kota ini katanya ada sebuah toko yang terkenal dengan ham, sosis dan dendengnya. Nama tokonya 'Titiles' yang supirnya sendiri tak tahu artinya. Kalo bole dibilang, tempat ini sebenarnya perpaduan antara kebun binatang dengan toko jualan dendeng berhubung disini banyak terdapat binatang-binatang seperti singa, macan, harimau, burung, ular, dan ikan. Ada satu yang agak aneh, nama binatangnya 'Sincan'. Sincan ini merupakan perkawinan antara singa dan macam jadi disingkat seperti itu. Disini guenya membeli oleh-oleh berupa kacang disco beraneka rasa dan Mushroom Snack.

Sincan

Seterusnya saya di bawa ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Di museum perjuangan ini, kita bisa melihat foto-foto jaman doeloe. Ada foto pahlawan Nasional Ngurah Rai terpampang di ruang fotonya. Berkunjung ke sini, guenya jadi teringat pelajaran sejarah pas SD. Di museum ini juga ada replika mini ( kalo tak salah istilahnya 'diorama' ) yang menggambarkan kehidupan rakyat bali dari jaman purbakala sampai mencapai kemerdekaan. Bentuk bangunan dari museum ini boleh dibilang unik karena berbentuk semacam lonceng yang biasanya digunakan oleh pendeta hindu untuk sembahyang.
Tampak Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Jam operasional museumnya

Baju pantai dengan latar belakang museum

Nah ini pahlawan Bali-nya

Salah satu peraturan kalo berkunjung ke museum ini

Setelah dari museum ini, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Guenya di bawa makan masakan lokal Bali yakni
Ayam Betutu khas Gilimanuk. Yah sekilas nampak seperti 'Pek Cam Kee' gitu deh. Ayam di kukus lalu dikasih bumbu pedas. Lumayan deh setelah di coba, lumayan tak enak maksudnya. hehehe....

Direkturnya

Setelah makan siang, gue berkunjung ke Pantai Sanur di kota Denpasar ini. Masih sepi sih pantai ini pas guenya berkunjung,hanya terlihat beberapa bule berjemur. Nampak di kejauhan, ada yang berselancar walaupun ombak tak begitu besar.

Salah satu kolam renang di pantai Sanur

Di pantai ini sebenarnya acara utamanya adalah SeaWalker. Sesuai namanya kita akan di tenggelamkan di tengah lautan dan melihat binatang laut di dasar laut dengan kedalaman sekitar 5 meter. Sebelum di mulai kegiatan ini, peserta diberi briefing singkat mengenai aturan mainnya melalui TV. Bahasa di briefingnya bisa diatur sesuai keperluan. Kita diajari juga bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan stafnya pas di dalam air nanti.

Ada surat pernyataan yang harus di teken oleh peserta yang isinya kira-kira ' tak tanggung yeh kalo elonya kecelakaan pas di laut sana '. Mau tak mau yah setiap peserta mesti mengikhlaskan nyawa ini kepada alat dan para staf kegiatan ini. Abis briefing, peserta lalu dibawa dengan boat ke tengah laut dimana sudah menanti para staf yang akan melakukan proses penenggelaman. Setiap peserta dipasangkan helm untuk bernapas di dalam laut. Guenya sedikit was-was memakai helm ini abis pas di briefing ada disebutkan bakalan akan terjadi ketidaknyamanan pas memakai alat ini. Tekanan udara tubuh harus selalu disesuaikan dengan tekanan udara alat dengan cara menelan ludah atau menggerak-gerakkan rahang. Ketidaknyamanan ini mirip seperti pada saat kita naik pesawat yang ingin take-off atau mendarat. Guenya memang pada saat memakai alat ini, terpaksa mesti sering telan ludah kalo tidak mau telinga ini sakit.

Lalu ada semacam tangga yang dipakai untuk turun ke dasar laut. Pas turun, setiap peserta ditemeni oleh stafnya. Setelah sampai didasar laut, supaya tetap berkumpul, para peserta mesti memegang semacam tongkat. Dengan memakai tongkat ini jugalah, peserta dibawa berjalan oleh stafnya. Lalu kita berhenti di depan karang laut yang indah. Disini kita disuruh berlutut agar lebih stabil dan bisa menikmati pemandangan bawah lautnya. Salah satu stafnya meminta kita berpose manis untuk difoto. Fotonya ini nanti akan bisa dipilih pas di darat nanti. Tetapi untuk menebus foto ini di perlukan biaya tambahan sekitar $11. Berdasarkan kurs hari itu, guenya mesti bayar Rp. 130 ribu untuk 1 lembar fotonya. Setelah siap di cetak, fotonya diantar ke hotel tempat kita nginap.


Tampak depan toko Joger

Setelah dari SeaWalker, saya di bawa ke Joger. Kata orang kalo ke Bali tak lengkap kalo tak ke Joger. Begitu masuk ke dalam tokonya, weleh...weleh...pengunjungnya begitu banyak. Langsung hilang niat ini untuk membeli souvenir dari toko ini. Tapi yah karena udah sampai ke sini, akhirnya ku belikan 2 kaos khas Joger walaupun mesti antri sampai 'mencret' pas di kasirnya.

Plesetan khas Joger

Jangan sampai terkecoh dengan jam buka tokonya yang katanya jam 10.00 WIJO alias Waktu Indonesia bagian Joger ini. Berhubung jam 10.00 WIJO ini bisa berarti jam 10.00 WITA s/d 12.00 WITA, artinya jam buka tokonya tidak pasti dan katanya tergantung kesiapan dari pemilik dan para pegawai tokonya sendiri untuk melayani para pengunjung. Memang agak aneh neh toko gue rasa, dan lucunya sampai saat ini tak ada cabang dari toko ini. Jadi yang pengen beli neh baju Joger, mau tak mau mesti datang ke tempat ini.

Perjalanan hari ini ditutup dengan makan malam di Chinese Restaurant. :-)


4 comments:

  1. aduh lao se! makin aneh! wkwk.. yg di pura make baju pantai, sincan, dan buah2an g masak..bnr2 pengalaman g terlupakan..wkwk..btw, nitip oleh2 joger y..haha..

    ReplyDelete
  2. hehehehe..kayaknya aetherano pembaca setia perjalanan gue di bali neh..thanks anyway..:-) iya neh memang agak sedikit kurang matching....baju pantai dan museum....tetapi berhubung setelah dari museum ke seawalker..jadinya begitu deh pakaiannya....oleh oleh dari joger ya? hmm...entah masih ada tak ya... :-p

    ReplyDelete
  3. pembaca setia? Hm, mgkn y..soalny seru, jd pengen pigi..
    Lao se la, g ngajak2..wkwk..
    wah, jgn ndak ada neh oleh-olehnya..wkwk..
    w nunggu y, min 10..wkwk..

    ReplyDelete
  4. Bali boleh tuh jadi tempat melancong, banyak tempat yang bisa di kunjungi di pulau dewata ini :-)

    ReplyDelete

Kasih Donk Komentarnya