02 December 2013

Cara Arahkan Domain ke IP dari VPS (CentOS 6.4 64bit)

Ceritanya bermula dari penyewaan VPS (Virtual Private Server ) di http://www.cyberlie.com/ . Prosesnya begitu cepat dan bahkan  cukup dilakukan melalui handphone. Setelah diaktifkan maka mulailah utak-atik-nya. VPS nya ber OS -kan CentOS 6.4 dan terus terang masih awam sama neh OS.

Yang pertama saya lakukan adalah menginstall lighttpd dan php di servernya. Berdasarkan panduan dari Google maka webservernya pun berhasil di buat. Walaupun ada sedikit kebingungan pada saat install php -nya di bagian konfigurasi /etc/lighttpd/conf.d/fastcgi.conf yakni seharusnya sebagai berikut:

fastcgi.server             = ( ".php" =>
                               ( "localhost" =>
                                 (
                                   "socket" => "/tmp/php-fastcgi.socket",
                                   "bin-path" => "/usr/bin/php-cgi"
                                 )
                               )
                            )



Lalu tugas berikutnya adalah pembelian domain di http://www.eazysmart.com/ . Inipun berlangsung cepat dan lancar. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menghubungkan / mengarahkan alamat domain yang telah kita daftarkan dengan alamat IP VPS -nya. Artinya begitu diketik alamat domain di browser maka akan muncul website kitanya. Nah supaya tidak bingung  dan pusing seperti guenya maka mau di sharing disini.

Yang pertama di perlukan adalah mendaftarkan nameserver di domain. Untuk itu saya mesti login ke www.eazysmart.com. Lalu di bagian pengaturan domainnya saya ubah nameservernya. Contohnya adalah:
ns1.namadomainsaya.com  dan IP -nya dimasukkan IP dari VPS kitanya.

Berikutnya adalah menginstall DNS server di VPS kitanya. Saya memakai bind sebagai DNS servernya. Untuk instalasi silahkan google lagi. Konfigurasi -nya yang akan saya sharingkan :

 /etc/named.conf 

//
// named.conf
//
// Provided by Red Hat bind package to configure the ISC BIND named(8) DNS
// server as a caching only nameserver (as a localhost DNS resolver only).
//
// See /usr/share/doc/bind*/sample/ for example named configuration files.
//

options {
    directory     "/var/named";
    dump-file     "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
    recursion yes;

    dnssec-enable yes;
    dnssec-validation yes;
    dnssec-lookaside auto;

    /* Path to ISC DLV key */
    bindkeys-file "/etc/named.iscdlv.key";

    managed-keys-directory "/var/named/dynamic";
};

logging {
        channel default_debug {
                file "data/named.run";
                severity dynamic;
        };
};

zone "." IN {
    type hint;
    file "named.ca";
};
zone "namadomainsaya.com" {
    type master;
    file "namadomainsaya.com.fwd";
};
zone "1.2.3.in-addr.arpa" {
    type master;
    file "namadomainsaya.com.rev";
};

include "/etc/named.root.key";
include "/etc/named.rfc1912.zones";


Berikutnya buat file baru di var/named masing - masing adalah :

var/named/namadomainsaya.com.fwd

 $TTL 3h
@       IN      SOA     ns1.namadomainsaya.com.     admin.namadomainsaya.com. (12 4h 1h 1w 1h)
@       IN      NS      ns1.namadomainsaya.com.
namadomainsaya.com.        IN          A     xx.xx.xx.xx
ns1                                       IN          A     xx.xx.xx.xx
www                                    IN          CNAME     namadomainsaya.com.


var/named/namadomainsay.com.rev

$TTL 604800
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      SOA     ns1.namadomainsaya.com.     admin.namadomainsaya.com. (12 4h 1h 1w 1h)
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      NS      ns1.namadomainsaya.com.
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      PTR     namadomainsaya.com.


 
Isikan xx.xx.xx.xx dengan IP dari VPS kitanya sedangkan namadomainsaya.com adalah contoh nama domain yang telah saya daftarkan.

Yang tak kalah penting adalah setting dari firewall/iptables di VPS-nya (CentOS 6.4):

/etc/sysconfig/iptables :

# Firewall configuration written by system-config-firewall
# Manual customization of this file is not recommended.
*filter
:INPUT ACCEPT [0:0]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [0:0]
-A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
-A INPUT -p icmp -j ACCEPT
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 22 -j ACCEPT
-A INPUT -m tcp -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
-A INPUT -m tcp -p tcp --dport 53 -j ACCEPT
-A INPUT -m udp -p udp --dport 53 -j ACCEPT
-A INPUT -j REJECT --reject-with icmp-host-prohibited
-A FORWARD -j REJECT --reject-with icmp-host-prohibited
COMMIT


Lalu terakhir di
/etc/resolv.conf

; generated by /sbin/dhclient-script
search namadomainsaya.com
nameserver xx.xx.xx.xx


Tinggal di refresh firewall -nya dan semoga domainnya telah bisa diarahkan ke IP VPS-nya. Kalaupun belum bisa tunggu beberapa jam agar pendaftarannya telah aktif. Selamat mencoba !

NB : Terkadang Name Server-nya (ns1.namadomainsaya.com.) mesti didaftarkan juga terlebih dahulu di domain providernya selain alamat IP server VPS-nya. 

22 September 2013

OpenWrt + PHP/MySQL + Hot Potatoes = Localhost Quiz

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman membuat Quiz dan bisa di akses melalui localhost/router. Sebelumnya saya telah terbiasa memakai Moodle untuk memberikan quiz. Tetapi Moodle tidak mungkin di install ke router saya yang kebetulan bertipe MR3020. Jadi tujuan postingan kali ini adalah solusi alternatif agar quiz tetap bisa diakses offline dan hasilnya bisa disimpan di database.

Saya anggap para pembaca sekalian sudah bisa menginstall php dan mysql server di router berbasis OpenWrt. Langkah selanjutnya adalah mendowload quizmaker berjudul Hot Potatoes di http://hotpot.uvic.ca/ . Program ini cukup sederhana dan mudah di operasikan. 


Yang pertama kita buat terlebih dahulu adalah soal/quiz yang akan kita ujikan dengan Hot Potatoes. Dengan petunjuk di http://jalt-publications.org/tlt/departments/tlt-wired/articles/700-saving-hot-potatoes-quiz-results-database , kita bisa menyimpan hasil quiz tersebut di database MySQL.

Yang perlu di perhatikan adalah beberapa baris kode yang mesti diperbaiki. Agar tidak pusing tujuh keliling, jungkir balik dan google sana-sini seperti saya, berikut ini adalah perbaikan kodenya (diberi warna merah) agar berjalan sempurna:
---------------------------
// Connect to the local database using username root and no password.
mysql_connect ("localhost", "root", "");
// Select our database named scores.
mysql_select_db ("scores");
// insert our 5 fields into the table eng101
mysql_query ("insert into eng101
(
realname,
Exercise,
Score,
Start_Time,
End_Time
)
VALUES
(
'$_POST[realname]',
'$_POST[Exercise]',
'$_POST[Score]',
'$_POST[Start_Time]'
, '$_POST[End_Time]'
)
");
//Provide some feedback to the student.
echo ("Your answers have been saved!");
------------------------

Jikalau tidak ada kesalahan maka  melalui phpMyAdmin hasil quiz akan nampak seperti gambar diatas.
Agar lebih mudah , maka kita juga bisa menampilkan isi database melalui php dengan kode sebagai berikut:
-------------------------------------
$con=mysqli_connect("localhost","root","","scores");
// Check connection
if (mysqli_connect_errno())
  {
  echo "Failed to connect to MySQL: " . mysqli_connect_error();
  }

$result = mysqli_query($con,"SELECT * FROM eng101 ORDER BY Score DESC");

echo "
Exercise

Name

Score

Start Time

End Time

";

while($row = mysqli_fetch_array($result))
  {
  echo " ";
  echo "
" . $row['Exercise'] . "
";
  echo "
" . $row['realname'] . "
";
  echo "
" . $row['Score'] . "
";
  echo "
" . $row['Start_Time'] . "
";
  echo "
" . $row['End_Time'] . "
";
  echo "
";
  }
echo "
";

mysqli_close($con);

---------------------------------------------------------------------------
Hasil tampilan dari kode diatas sederhananya adalah sebagai berikut:
Semua file diatas tinggal di upload ke satu folder di router yang sudah terinstall OpenWrt + PHP + MySQL. Semoga ini menjadi solusi ringkas dan ringan bagi yang lagi ingin memberikan quiz melalui router OpenWrt. Contoh file diatas bisa di download di Sample.zip . Mohon maaf tampilan kode diatas kurang sempurna melalui blogspot. Silahkan lihat kode yang lebih sempurna di Sample.zip -nya. Akhir kata selamat mencoba ! .

07 August 2013

OpenWrt + Transmission = Mesin Torrent

Suka ke www.piratebay.se untuk download sesuatu? Mesti hidupkan komputer semalam suntuk untuk download file yang gede? Kalau jawabannya iya maka pengalaman saya satu ini mungkin bisa jadi pertimbangan. 


Di OpenWrt juga tersedia aplikasi untuk mendowload torrent. Berhubung daya listrik yang terpakai untuk hidupkan satu router tentunya jauh lebih kecil untuk hidupkan satu buah laptop atau desktop, maka ini bisa menjadi solusi yang hemat listrik.

Seperti biasa routernya terlebih dahulu di flash dengan OpenWrt dan sekaligus di extroot agar kapasitas penyimpanan bertambah. Setelah itu ketikkan perintah berikut di Putty :

opkg update
opkg install transmission-daemon transmission-cli transmission-remote transmission-web luci-app transmission

Selanjutnya di web interface LUCI sudah akan bertambah satu menu tambahan di bagian Service yakni Transmission. Ada beberapa konfigurasi yang mungkin perlu di utak-atik. Setelah di simpan konfigurasinya maka akan muncul tombol Open Web Interface. Nah disitulah kita bisa memasukkan link torrent yang ingin kita download. Untuk lebih jelasnya silahkan ke sini .

Ada kalanya tombol Open Web Interface -nya menghilang , jangan panik. Itu artinya aplikasi Transmission tiba-tiba stop. Aktifkan kembali dengan mengetikkan perintah berikut di Putty :

/etc/init.d/transmission restart


Semoga tombol Open Web Interface -nya kembali muncul. Selamat mencoba !

MR3020 + OpenWrt + EasyHotSpot + Choova Chilli

Petualangan saya dengan router TP Link MR3020 pun berlanjut di musim liburan kali ini. Kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana menginstall EasyHotSpot ke router ini. EasyHotSpot secara sederhana adalah aplikasi untuk membuat router kita semacam Warnet Mini. Jadi ceritanya begitu ada yang terhubung ke routernya maka ada tampilan yang mengharuskan mengisi Username dan Password. Dengan begitu barulah bisa mengakses internet. 


Untuk memulainya seperti biasa TP Link MR3020 di flash terlebih dahulu dengan OpenWrt. Setelah itu perlu di exroot agar kapasitas penyimpannya bertambah. Untuk keperluan ini saya memerlukan 1 USB Hub. 1 Port untuk flashdisknya (keperluan exroot) dan 1 Port nya lagi untuk modem USB bermerek ZTE (untuk koneksi ke internet).

Setelah terkonek ke internet , maka langkah selanjutnya adalah membuat Interface baru. Hasilnya kira-kira seperti ini:
Pastikan interface yang telah kita buat telah ada dengan mengetikkan perintah ifconfig di Putty.
Di kasus saya, interface barunya bernama br-wifi. Interface baru ini juga seharusnya bisa terkoneksi dengan internet. Pastikan hal tersebut dengan koneksi laptop kita ke wifi-nya.

Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket aplikasi tambahan dengan mengetikkan perintah berikut di Putty:
root@OpenWrt:~# opkg update 
root@OpenWrt:~# opkg install coova-chilli haserl lighttpd lighttpd-mod-cgi  php5-cgi php5-cli php5-mod-gd php5-mod-gmp php5-mod-mysql php-pear freeradius2 freeradius2-mod-sql-mysql php5-mod-mcrypt perl openssl-util unzip git zoneinfo-asia zoneinfo-core freeradius2-mod-sqlcounter freeradius2-mod-sql freeradius2-mod-sql-mysql mysql-server libncursesw php5-mod-dom php5-mod-xmlwriter php5-mod-xmlreader zip lighttpd-mod-simple-vhost


Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi databasenya MySQL  dan EasyHotSpot -nya.
Sampai di langkah ini saya sendiri tidak mengalami kendala yang berarti dengan berhasilnya diakses EasyHotSpot di http://192.168.1.1:81

Tetapi di langkah berikutnya ini saya cukup di buat puyeng yakni mengkonfigurasi FreeRadius -nya.
Pastikan semuanya bekerja dengan sempurna dengan mengetikkan perintah radiusd -X di Putty. Jikalau tidak ada kesalahan maka silahkan di hentikan proses berjalannya dengan mengetikkan Ctrl+C.
Setelah di enable dan di start radiusd -nya maka pada saat netstat -apn akan muncul tampilan seperti dibawah ini:
udp        0      0 192.168.1.1:1812        0.0.0.0:*                           
udp        0      0 192.168.1.1:1813        0.0.0.0:*

Jikalau tidak ada tampilan diatas, jangan di lanjutkan dulu proses instalasinya. Ulangi dan cek kembali langkah-langkah diatas. Dan kalau diperlukan di ulangi dari awal. :-)

Akhirnya langkah terakhir adalah mengkonfigurasi Choova-Chilli nya.
Setelah semua terinstall sempurna maka akan mendapatkan tampilan mirip seperti dibawah ini:
Sumber : http://blog.obengkumana.net

21 July 2013

Router MR3020 + Webcam + OpenWrt + Twitter

Akhir-akhir ini saya lagi menyibukkan diri dengan router MR3020. Sebagaimana banyak yang sudah tahu atau mungkin belum tahu kalau router dari TP-Link ini bisa di install OS berbasis Linux. Nama OS Open Source -nya adalah OpenWrt. OpenWrt sudah dilengkapi banyak aplikasi yang bisa diinstall sesuai keperluan masing-masing orang. Untungnya di Indonesia sendiri sudah ada komunitas/forum yang bisa menjadi tempat belajar yang baik. Salah satunya ada difacebook yakni di https://www.facebook.com/groups/openwrt/.

Okelah di postingan ini saya bermaksud untuk sharing pengalaman sekaligus sebagai catatan agar bisa menjadi referensi di kemudian hari. Saya mulai topiknya dari yang fresh alias yang baru di utak-atik semalam. Judulnya adalah OpenWrt-nya saya buat untuk mengoperasikan WebCam murah dan hasilnya di kirim ke Twitter. Ini guenya belajar dari http://sukabiru.wordpress.com/ruterngeksis/.

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:
- Router TP Link MR3020
- USB Hub
- Flashdisk
- Modem untuk Internetan
- Webcam

Langkah-langkahnya memang lumayan banyak bagi yang awam seperti saya ini, yakni:
1. Flashing router MR3020 dengan OpenWrt. Istilahnya install OSnya ke routernya.
---> http://tplinkmr3020.blogspot.com/2012/08/basic1-choosing-openwrt-version.html
2. Buat Exroot. Istilahnya menambah kapasitas memori penyimpanan dari router yang terbatas
---> http://tplinkmr3020.blogspot.com/2012/09/extroots.html
3. Install paket-paket yang diperlukan untuk Webcam + Motion Detector
---> http://sukabiru.wordpress.com/2012/10/21/webcam-motion-detection-openwrt/
4. Konfigurasi Twitter
---> http://sukabiru.wordpress.com/ruterngeksis/

Yang perlu saya tambahkan disini adalah beberapa perintah tambahan yang diperlukan agar semuanya berjalan lancar jaya, yakni:

chmod 755 /www/ruterngeksis/upload.sh
chmod 755 /www/ruterngeksis/autodelet.sh 

Lalu di http://dev.twitter.com , aplikasinya agar di setting bisa read, write and direct message.
Berikut penampakan dari Routernya yang tersambung ke USB Hub. USB Hubnya sendiri dicolokkin Flashdisk ( 1 GB doank ), Modem Huawei ( Telkomsel Flash ) , dan Webcam ( hanya kabel doank yang nampak di gambar ). Selamat mencoba !

11 May 2013

Format NTFS ke FAT32 dengan cepat dan WinSCP pengganti Putty

Wah, minggu yang lumayan capek. Badan terasa panas dingin, tapi masih semangat nge-posting. Okay deh, langsung saja ya. Kali ini saya mau sharing pengalaman tentang Piratebox lagi. Ahyoo....Piratebox lagi.... :-).

Tapi beneran deh, neh benda akhir-akhir ini mengusik diriku. Rencananya begini, saya mau pakai tuh Piratebox untuk sharing film-film yang ukuran filenya gede-gede. Nah untuk itu, saya mengadopsi External Hard Drive merek Seagate berkapasitas 500 GB. Untuk kapasitas sebesar itu File System-nya biasanya adalah NTFS. Masalahnya Piratebox hanya mengenal File System FAT. Untuk format dari NTFS ke FAT(dalam hal ini FAT32) saya perlu tanya-tanya ke mbah google.

Cara pertama yang saya dapatkan adalah memakai MS Dos Prompt. Perintahnya :
format *namaDrive*: /FS:FAT32
Awalnya berjalan lancar dan setelah menunggu cukup lama keluar pesan kalau kapasitas nya terlampau besar untuk di format. Gagal deh percobaan pertama.

Saya coba format lagi dengan cara ini di komputer lain yang memakai Windows 8.
Waduh, prosesnya lebih lama, dihitung-hitung memakan waktu lebih kurang 6 jam proses formatnya.
Sambil nunggu saya nyari-nyari di google lagi. Eh ketemu cara lain yang katanya lebih singkat. Tetapi gimana ya, proses formatnya barusan 5%, apakah boleh di cancel?. Kalau mau cancel gimana caranya?. Dengan resiko External Hard Drive Seagate saya yang baru itu rusak , saya beranikan diri Shut Down komputernya agar proses formatnya bisa saya cancel.

Begitu komputer restart kembali, saya colokkin kembali Seagatenya. Alhasil keluar tampilan, kalau Hard Drivenya perlu di format. Langsung saja deh saya ikutin cara keduanya.

Disitu tinggal klik gambarnya entar akan di download program kecil bernama GuiFormat.Exe.
Dengan program ini yang kelihatan simpel dan tak meyakinkan, kucoba format neh Seagate.

Wow....proses berjalan begitu cepat. Memang disitu ada di centang tanda 'Quick Format'. Proses format pun selesai dalam sekian detik. Sanking cepatnya, sempat tak percaya juga neh hati. Coba di klik Propertiesnya, wuih....sudah tertera FAT32. Okay deh....coba di pakai untuk simpan data dan hapus data. Semuanya sampai sejauh ini aman kok. 

Baiklah, sekarang baru coba colok ke Piratebox-nya. Setelah sekian lama, tidak ada reaksi dari Pirateboxnya. Tetapi setelah menunggu lumayan agak lama, wuih...Pirateboxnya berjalan lancar. Berhasil deh....! Saya masukkin deh film-film, image game PSP, dan lain lain ke sana. :-)

Oh ya setelah ada yang kasih informasi kalau mau utak atik file di Pirateboxnya mendingan pakai program WinSCP. Sebelumnya pakai program Putty, dan mesti saya bilang WinSCP ini jauh lebih mudah pakainya layaknya memakai Windows Explorer. Aduh senangnya neh hati , kok nggak dari dulu-dulu aja tahunya ya. Tapi ya sudahlah, pokoknya sekarang sudah tahu deh ada program sakti ini. Selamat mencoba ya...!

04 May 2013

iAtkos L1 Lion 10.7.1 di PC :-)


Print screen seperti gambar diatas adalah gambar desktop monitor ku yang terbaru. Yap, betul, itu adalah tampilan khas Mac OS X yang saya install ke PC-ku. Yeeeeh...... akhirnya terinstall juga neh OS sakti setelah beberapa hari kurang tidur ngurusin neh benda. :-) Judul lengkapnya adalah Mac OS X Lion versi 10.7.1. Graphic Card Nvidia GeForce GT430-nya sudah Full Accelerated lho. Apaan sih artinya itu? Tenang...akan saya coba sharing di postingan kali ini. 

Install neh OS boleh dibilang susah-susah mudah. Banyakkan susahnya daripada mudahnya. hehehe....
Ini berhubung Mac OS X kan adanya di komputer Mac, jadi kalau mau di install di komputer desktop PC biasa mesti di hack dulu neh OS. Tetapi di dunia maya sana sudah beredar berbagai macam Mac OS X yang sudah di hack. Istilah Hackintosh namanya. Sebut saja ada iPC , iAtkos, iDeneb, dan lain-lain. Yang menjadi tantangan utama dalam instalasi neh OS di PC adalah berhubung begitu beragam spesifikasi PC/Laptop di luar sana. Jadi kalau ingin mencari tata cara instalasi Mac OS yang sesuai dengan spesifikasi komputer kita perlu perjuangan sendiri. Yah syukur-syukur temukan yang pas dengan komputer kita maka instalasi pun tidak akan menemukan kendala yang berarti. Maka yang saya lakukan berhari-hari adalah membaca postingan di forum-forum yang ada di internet. Dari yang berbahasa inggris seperti insanelymac sampai yang berbahasa indonesia seperti mac-inul.

Di postingan kali ini akan saya sharingkan tata cara instalasi Mac OS X sesuai spesifikasi komputer desktop-ku, yakni :

Motherboard BioStar H61MH 6,0
Prosesor Intel Core i3 2100 ( 3.09 GHz )
Kartu Grafis NVIDIA GeForce GT 430
Memory 4GB
Ethernet OnBoard
Sound OnBoard

Kebetulan temukan bantuan di http://mac-inul.com/viewtopic.php?p=34061 yang spesifikasi komputer mirip dengan saya punya. Ini memberikan angin segar sekaligus semangat untuk instalasi Mac OS X ini. Distro yang saya coba install terlebih dahulu berjudul iPC 10.5.6 versi beta (Leopard). Ini saya download langsung dari internet. Dengan mengikuti langkah-langkah sesuai di website diatas, maka Mac OS X pertama yang berjudul Leopard pun hadir di monitor desktop-ku. Cukup membanggakan tetapi ada beberapa kekurangan disana-sini. Tampilan grafiknya masih kacau. Prosesor saya hanya terdeteksi 1 GHz doank. :-). Suara tidak keluar.

Berhubung kurang puas dengan hasil ini, maka ku lanjutkan dengan instalasi ulang. Kali ini saya mencoba iDeneb v1.5.1 OSX86 10.5.7 (Leopard). Yang ini lebih parah, di proses instalasi-nya pun sudah menemui kendala. Mouse USBnya tidak bisa bergerak. Walah..apa pula ini masalahnya. Cari sana-sini tak ada temukan solusi yang berarti. Tetapi untunglah setelah dicoba utak-atik BIOS-nya, masalah ini pun kelar. Bagi yang temukan masalah seperti saya ini, silahkan di BIOS-nya di bagian USB Configuration ubah USB legacy Support jadi disabled. Oh ya untuk bisa instalasi Mac OS X ini, langkah pertama dan teramat penting adalah di BIOS-nya ubah bagian SATA Configuration-nya dari IDE mode ubah ke AHCI mode. Kalau tak di ubah, bakalan tak terinstall neh OS.

Okay setelah iDeneb terinstall, maka komputer pun di restart. Nah masalah pun muncul, keyboard PS/2 yang sebelumnya berfungsi lancar, sekarang tidak terdeteksi. Dilayar pun muncul pesan kesalahan kalau tidak terdeteksi adanya keyboard. Wah bikin kesal aja.

Sehari sebelumnya pada saat membeli DVD blank , ternyata toko nya ada jual DVD software berjudul Mac OS X Lion. Setelah dibuka , ternyata isinya iAtkos L1 ( Lion 10.7.1). Wah, mantap deh tak perlu download dari internet yang perlu berhari-hari. Maklum filenya gede ( 4 GB lebih ). Langsung saya coba install lagi dengan harapan ini bakalan berhasil. Tetapi ada daya, ternyata keluar lagi pesan kesalahan yang sama, yakni tidak terdeteksi adanya keyboard PS/2-nya. Saya mencoba keyboard yang baru berjenis USB punya. Okay, masalah teratasi. Instalasi berjalan mulus dan akhirnya Mac OS X Lion pun hadir di PC saya. 

Suara walaupun belum keluar dari loudspeaker tetapi berhubung di websitenya ada diajarin caranya maka tidak ada masalah. Tinggal download Kext -nya ( sama dengan Driver kalau di Windows ) maka suara pun muncul. Ini berarti sudah berjalan sempurna deh Mac OS X Lion di PC - ku. Buktinya prosesor, kartu grafis semua terdeteksi- full acceleration lagi. Artinya berjalan mulus dengan buktinya kalau pas menambah Widgetnya, ada keluar seperti genangan air. Horay...Horay....saatnya belajar memakai Mac OS X deh. Yang pertama saya pelajari adalah bagaimana Print Screen agar bisa mengambil gambar dan bisa di upload ke blog ini. Ternyata mudah tinggal tekan LambangWindows+Shift+3 . :-) . Dan postingan blog kali ini pun saya ketik memakai Safari -nya Mac OS X baru ini. :-) Oke dah...masih banyak yang perlu di explore. Selamat mencoba ya !

25 April 2013

Modifikasi di Piratebox

Berawal dari iseng-iseng, akhirnya Pirateboxnya bisa sedikit demi sedikit saya ubah wajahnya. Sebelumnya yang berwajah seperti gambar dibawah ini :

Memang tidak ada yang salah dengan tampak depan halaman pirateboxnya, tetapi gambar tengkorak hitam itu dari awal sungguh menakutkan bagiku. Maka ku ubah lah sehingga menjadi lebih tenteram penampakannya seperti gambar dibawah ini:

Caranya pun tidak sesusah yang saya pikirkan. Dengan memakai program Putty saya akses masuk ke dalam pirateboxnya. Ketika sudah masuk, akses ke folder /opt/piratebox/www
Nah disana ada file bernama index.html dan forum.html. File inilah yang memberikan saya kemampuan untuk mengubah gambar tengkoraknya dan menerjemahkan kalimat-kalimat menu di pirateboxnya.

Berikut daftar file-file gambar tengkorak yang saya gantikan:
piratebox-logo-small.png
piratebox-logo.png
favicon.ico

Berikutnya saya juga ubah tampilan directory listing dari file-file dipirateboxnya. Ternyata bisa dipercantik dengan icon-icon sehingga layaknya melihat file di Explorer. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di tampilan berikut ini (klik pada gambar untuk memperbesar gambarnya) :


Untuk ini saya harus mengambil file css-nya di sini . Lalu download file iconnya di sini atau/dan di sini
Filenya ini seterusnya saya pindahkan ke dalam satu folder(.icons) di pirateboxnya yakni di folder /opt/piratebox/www

Selanjutnya perlu juga di modifikasi sedikit file lighttpd.conf yang ada di folder /opt/piratebox/conf/lighttpd .
Cukup dengan menambahkan 2 baris kalimat berikut :

dir-listing.activate = "enable"
dir-listing.external-css = "/.icons/dir-listing.css"


Tampilan daftar filenya pun menjadi jauh lebih indah. Jadi sekarang nampak jelas yang mana folder, yang mana file gambar, file film , dan sebagainya.

Terakhir yang saya modifikasi adalah PirateBox Boardnya yang juga dulunya ada gambar tengkoraknya. Setelah diubah maka menjadi adem ayem seperti gambar berikut ini:


Untuk yang satu ini tinggal di konfigurasi file bernama  config.pl yang ada di  folder /opt/piratebox/www/board/

Ganti saja tulisan Piratebox Board -nya , lalu nama file gambarnya. Ta..dah...akhirnya selesai deh!. Mungkin agar klop bisa sekalian dimodifikasi nama Wi-Fi untuk pirateboxnya yang biasanya bernama Pirate Box-Share Freely. Untuk ini tinggal akses ke /etc/config/wireless . Ganti sesuai keinginan kita.

Lalu sebagai penutup saya akan sharing beberapa perintah di Putty yang sering saya pakai ( di Android ada program serupa bernama ConnectBot ) :

--------------------------------------------------------------------
Hapus folder : rm -rf /opt/piratebox/share/Shared/namafolder

Tampilkan file : ls -al /opt/piratebox/share/Shared

Buat folder : mkdir /opt/piratebox/share/Shared/namafolder

Pindahkan file : mv /opt/piratebox/share/Shared/namafile /opt/piratebox/share/Shared/foldertujuan

Hapus file: rm /opt/piratebox/share/Shared/file.jpg

Lompat ke folder : cd /opt/foldertujuan

Restart Piratebox: 
cd /
/etc/init.d/piratebox stop
/etc/init.d/piratebox start
--------------------------------------------------------------------
Perintah vi yang sering saya pakai adalah:
Edit --> i
Selesai edit --> Esc
Simpan dan keluar --> :wq
Keluar --> :q atau :quit!

Install Piratebox di TP LINK MR3220

Setelah berhasil menginstall piratebox di TP LINK MR3020, saya kali ini juga telah memiliki piratebox di TP LINK MR3220. Caranya persis sama yakni pertama sekali perlu di install OpenWrt . Langkah selanjutnya adalah menginstall PirateBoxnya. Untuk kali ini saya tidak menemukan kendala yang berarti. :-)

TP LINK MR3220

Untuk TP LINK MR3220 ini saya menggunakan flash disk berkapasitas lebih besar yakni 32GB. Rencananya akan saya isi dengan film sehingga bisa streaming melalui hape. Sementara ini saya cukup puas dengan performansi dari TP LINK ini. Lalu bagaimana nasib piratebox TP LINK MR3020 nya? Nah untuk adiknya ini sudah saya putuskan untuk dipakai di rumah saja. Semoga bisa sharing data untuk tetangga-tetangga satu kompleks. Dan karena sifatnya yang mobile, TP LINK MR3020 ini saya hubungkan dengan Power Bank 13600 mAh. Jadi ceritanya bisa dibawa kemana-mana. Irit banget lho ternyata, abis dari lusa kemaren di pakai sampai sekarang Power Banknya masih 75% full. 

Sedikit informasi yang saya dapatkan, untuk memantapkan performansi pirateboxnya, katanya  file network configuration yang ada di /etc/config/network bisa di hapus 2 baris terakhirnya yakni

        list dns '192.168.2.1'                                                           
        list dns '8.8.8.8'

Terus terang yang saya rasakan sekarang pirateboxnya bisa menangani file-file besar yang mana dulunya sempat kewalahan. Selamat mencoba !
P.S. Berikut perintah-perintah vi untuk mengedit file memakai program Putty (SSH terminal client).


24 February 2013

Kalkulator TI - 89 Titanium dalam Smartphone Android

Kalkulator merupakan salah satu peralatan yang pastinya pernah dipakai oleh kita sekalian. Kalkulator itu sendiri juga terdiri dari berbagai jenis dari yang hanya bisa operasi sederhana sampai yang bisa membuat grafik. 


Salah satu yang termasuk kalkulator grafik adalah produksi Texas Instrument bertipe TI - 89 Titanium yang bentuk fisiknya seperti dibawah ini:
Untuk kalkulator grafik super canggih ini ada yang jual seharga Rp. 1.775.000. Memang lumayan mahal juga untuk sebuah kalkulator. Nah kali ini saya tidak akan membahas tentang kelebihan ataupun fitur-fitur dikalkulator ini. Tetapi yang ingin saya sharingkan adalah bagaimana memiliki kalkulator ini di smartphone Android. Istilah teknisnya kita akan meng-emulasi kalkulator ini.  Nantinya anda bisa melakukan operasi perhitungan cukup melalui handphone layaknya kalkulator aslinya.

Yang harus dilakukan cukup sederhana yakni mendownload 2 buah file saja, yakni :
1. ROM TI-89 Titanium , dan

Nah setelah Graph 89 Free diinstall di smartphone Android anda, maka bukalah aplikasinya. Pilih 'Load ROM' , lalu arahkan ke file ROM dari TI-89 Titanium yang sudah di download tadi. Tralala....anda pun sudah memiliki kalkulator TI - 89 Titanium di smartphone anda. Tampilan di handphone saya kira-kira seperti screenshot dibawah ini.


Bagi yang masih bingung pakai kalkulatornya, boleh dipelajari dari guidebook yang ada di sini . Selamat mencoba!