24 February 2014

CD / DVD Error Code 19 dan Solusi -nya

Tak ada badai ataupun petir, tiba-tiba saja DVD ROM desktop-nya tidak berfungsi. Di device manager ada tanda seru di DVD ROM-nya. Semula kirain drivernya yang bermasalah. Kebetulan merek DVD ROM-nya Samsung, tetapi setelah dicari sana sini tidak ada yang namanya driver khusus untuk DVR ROM ini. Biasanya Windows 7 nya yang akan menginstall secara otomatis drivernya. Hmm.....bingung jadinya.

Tetapi memang untunglah ada teknologi namanya search engine. Mbah Google pun menjadi teman kita bertanya dan berkeluh kesah. Begitu saya cek di Properties-nya ada tulisan seperti ini Errornya:
"Windows cannot start this hardware device because its configuration information (in the registry) is incomplete or damaged(Code 19)"

Berdasarkan kode Error seperti diatas , Google pun membawaku ke satu website yang sangat membantu di http://pcsupport.about.com/od/findbyerrormessage/a/code-19-error.htm .
Dari sekian banyak cara yang disarankan, untuk masalah saya cocoknya adalah di cara no. 3. Yakni menghapus salah satu string registry di regedit. Memang agak berbahaya kalau sampai mengedit yang beginian abis ini sudah masalah operating system. Kalau sampai salah , bisa-bisa tak mau booting tuh Windowsnya.

Registry yang perlu di hapus ada di HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class.

Lalu cari folder 4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318 , dan hapus string Upper Filter / Lower Filter. Untuk jelasnya bisa langsung ke http://pcsupport.about.com/od/driverssupport/ht/upperfilters-lowerfilters.htm . Lalu untuk list GUID -nya bisa di lihat di http://pcsupport.about.com/od/driverssupport/a/device-class-guid.htm . GUID itu kepanjangan dari Globally Unique Identifier . Yah bahasa awamnya setiap peripheral yang terpasang di motherboard ada identitas khususnya gitu, jadi kebetulan untuk DVD drives kodenya adalah 4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318 . Jadi cara ini kemungkinan bisa di pakai untuk kasus pada peralatan lain.

Setelah saya hapus string melalui regedit , maka masalah pun terpecahkan. DVD-nya kembali bisa di putar dan tidak perlu dibawa ke service centre. Hemat waktu dan biaya. Syukurlah.....!

Tampilan BIOS Tidak Muncul dan Solusi -nya

Sempat di buat bingung kemarin di kala komputer desktop-ku baru saya sadari tidak ada tampilan "splash screen" BIOS-nya. Itu lho yang begitu kita tekan tombol "on" maka ada tampilan gambar sesaat BIOS -nya, kalau mau setting BIOS-nya tekanlah "Del" dan semacamnya. Nah kemarin itu tak ada tampilan semacam itu sehingga mau setting BIOS-nya pun tak bisa. Yang ada tampilan layar gelap gurita. Tapi memang Windows 7 -nya tetap bisa muncul dan tak ada masalah.

Walaupun nampak sepele, tapi bagiku sangat menggangu pikiran. Maka proses pencarian di Google pun di mulai. Satu persatu tulisan di web saya baca. Satu persatu cara juga gue coba. Dari cabutin keyboard-nya lar, tekan tombol fungsi deretan atas, update BIOS-nya dan semacamnya. Tapi tak ada hasil, tetap gelap.

Tinggal satu cara lagi yang nampaknya menjanjikan, yakni melepas baterai motherboard -nya. Waduh, seumuran gue tak pernah tahu ada baterai gituan di motherboard-nya. Rasa penasaranku pun lar yang membawaku untuk mencoba cara ini.

Lalu casing desktop-nya saya buka  dan memang langsung nampak ada satu baterai kancing di motherboardnya. Itu saya lepas dan pasang kembali. Sebelumnya sumber daya listrik telah saya lepas dari motherboard dan komputernya agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Setelah di reboot komputernya dan oh la la......BIOS-nya pun muncul sudah. Terima kasih sekali lagi untuk Google. :-)

02 December 2013

Cara Arahkan Domain ke IP dari VPS (CentOS 6.4 64bit)

Ceritanya bermula dari penyewaan VPS (Virtual Private Server ) di http://www.cyberlie.com/ . Prosesnya begitu cepat dan bahkan  cukup dilakukan melalui handphone. Setelah diaktifkan maka mulailah utak-atik-nya. VPS nya ber OS -kan CentOS 6.4 dan terus terang masih awam sama neh OS.

Yang pertama saya lakukan adalah menginstall lighttpd dan php di servernya. Berdasarkan panduan dari Google maka webservernya pun berhasil di buat. Walaupun ada sedikit kebingungan pada saat install php -nya di bagian konfigurasi /etc/lighttpd/conf.d/fastcgi.conf yakni seharusnya sebagai berikut:

fastcgi.server             = ( ".php" =>
                               ( "localhost" =>
                                 (
                                   "socket" => "/tmp/php-fastcgi.socket",
                                   "bin-path" => "/usr/bin/php-cgi"
                                 )
                               )
                            )



Lalu tugas berikutnya adalah pembelian domain di http://www.eazysmart.com/ . Inipun berlangsung cepat dan lancar. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menghubungkan / mengarahkan alamat domain yang telah kita daftarkan dengan alamat IP VPS -nya. Artinya begitu diketik alamat domain di browser maka akan muncul website kitanya. Nah supaya tidak bingung  dan pusing seperti guenya maka mau di sharing disini.

Yang pertama di perlukan adalah mendaftarkan nameserver di domain. Untuk itu saya mesti login ke www.eazysmart.com. Lalu di bagian pengaturan domainnya saya ubah nameservernya. Contohnya adalah:
ns1.namadomainsaya.com  dan IP -nya dimasukkan IP dari VPS kitanya.

Berikutnya adalah menginstall DNS server di VPS kitanya. Saya memakai bind sebagai DNS servernya. Untuk instalasi silahkan google lagi. Konfigurasi -nya yang akan saya sharingkan :

 /etc/named.conf 

//
// named.conf
//
// Provided by Red Hat bind package to configure the ISC BIND named(8) DNS
// server as a caching only nameserver (as a localhost DNS resolver only).
//
// See /usr/share/doc/bind*/sample/ for example named configuration files.
//

options {
    directory     "/var/named";
    dump-file     "/var/named/data/cache_dump.db";
        statistics-file "/var/named/data/named_stats.txt";
        memstatistics-file "/var/named/data/named_mem_stats.txt";
    recursion yes;

    dnssec-enable yes;
    dnssec-validation yes;
    dnssec-lookaside auto;

    /* Path to ISC DLV key */
    bindkeys-file "/etc/named.iscdlv.key";

    managed-keys-directory "/var/named/dynamic";
};

logging {
        channel default_debug {
                file "data/named.run";
                severity dynamic;
        };
};

zone "." IN {
    type hint;
    file "named.ca";
};
zone "namadomainsaya.com" {
    type master;
    file "namadomainsaya.com.fwd";
};
zone "1.2.3.in-addr.arpa" {
    type master;
    file "namadomainsaya.com.rev";
};

include "/etc/named.root.key";
include "/etc/named.rfc1912.zones";


Berikutnya buat file baru di var/named masing - masing adalah :

var/named/namadomainsaya.com.fwd

 $TTL 3h
@       IN      SOA     ns1.namadomainsaya.com.     admin.namadomainsaya.com. (12 4h 1h 1w 1h)
@       IN      NS      ns1.namadomainsaya.com.
namadomainsaya.com.        IN          A     xx.xx.xx.xx
ns1                                       IN          A     xx.xx.xx.xx
www                                    IN          CNAME     namadomainsaya.com.


var/named/namadomainsay.com.rev

$TTL 604800
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      SOA     ns1.namadomainsaya.com.     admin.namadomainsaya.com. (12 4h 1h 1w 1h)
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      NS      ns1.namadomainsaya.com.
1.2.3.in-addr.arpa.           IN      PTR     namadomainsaya.com.


 
Isikan xx.xx.xx.xx dengan IP dari VPS kitanya sedangkan namadomainsaya.com adalah contoh nama domain yang telah saya daftarkan.

Yang tak kalah penting adalah setting dari firewall/iptables di VPS-nya (CentOS 6.4):

/etc/sysconfig/iptables :

# Firewall configuration written by system-config-firewall
# Manual customization of this file is not recommended.
*filter
:INPUT ACCEPT [0:0]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [0:0]
-A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
-A INPUT -p icmp -j ACCEPT
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 22 -j ACCEPT
-A INPUT -m tcp -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
-A INPUT -m tcp -p tcp --dport 53 -j ACCEPT
-A INPUT -m udp -p udp --dport 53 -j ACCEPT
-A INPUT -j REJECT --reject-with icmp-host-prohibited
-A FORWARD -j REJECT --reject-with icmp-host-prohibited
COMMIT


Lalu terakhir di
/etc/resolv.conf

; generated by /sbin/dhclient-script
search namadomainsaya.com
nameserver xx.xx.xx.xx


Tinggal di refresh firewall -nya dan semoga domainnya telah bisa diarahkan ke IP VPS-nya. Kalaupun belum bisa tunggu beberapa jam agar pendaftarannya telah aktif. Selamat mencoba !