21 November 2009

Pie Susu Bali dan Penipuan Melalui Hape Lagi


Guenya ada sempat baca blognya mbak Onik tentang pie susu Bali beberapa hari yang lalu. Dari pengalaman yang dituturkannya kayaknya menarik banget neh pie susu, lalu gue langsung meluncur ke website yang katanya bisa kita pesan neh pie susu. Dan kemaren baru sampai pie susunya. Menurut saya rasanya boleh-boleh dah walaupun tidak begitu spesial. Bagi yang ingin merasakan pie susu bali ini bisa segera meluncur ke sini neh. Langsung di kirim dari Bali. Tersedia juga makanan khas bali lainnya yang ditawarkan di websitenya ini.

Lalu kejadiannya kemaren juga, ada satu orang murid saya yang dikabari melalui hapenya bahwa dianya dapat hadiah berupa 9 juta uang tunai dan 1 juta voucher pulsa telepon. Pihak yang menelepon minta murid saya ini untuk segera ke ATM terdekat. Dan murid saya mengiyakan setelah pulang les nanti. Kejadian ini mengingatkan saya pengalaman saya sendiri beberapa waktu lalu. Saya lalu bertanya ke murid ini, ngapain mesti ke ATM kalo memang kita di kirimi uang dari pihak lain. Gue katakan padanya kalo ini kemungkinan penipuan yang mesti di waspadai. Murid saya ini tertegun sebentar. Benar juga dia pikir. Mungkin penipuan sedang berlangsung neh. :-)
Karena penasaran di mintainya saya untuk menelepon balik si penelepon. Saya pura-puranya sebagai bapak si murid ini dan udah berada di ATM. Pembicaraan berlangsung lancar - lancar saja. Saya sempat di minta bersumpah pula kalo sayanya udah berada didalam ruangan ATM. Memang gila neh penelepon. Saya pura-pura menuruti perintah si penelepon, dari bersumpah, masukkan kartu, ketik nomor PIN ATM, ketik ini dan itu. Lalu peneleponnya bertukar orang, yang satunya ini berusaha mengecek kembali apakah saya benar di dalam ruangan ATM atau tidak. Dianya menanyakan apakah yang ada ditampilan mesin ATM sekarang ini. Lalu meminta saya sebutkan nomor rekening tabungan yang tertera di mesin ATM. Guenya lalu ucapkan sederetan angka acak, tapi apa daya begitu dia minta ucapkan ulang tuh nomor, guenya kewalahan. Hahahahaha...... Ketahuan sekarang kalo gue yang lagi tipu dianya. Lalu si penelepon sempat berucap 'Akh, bapak ini kayaknya tidak percaya ama kita ini, kalo ngak hadiahnya ini kita batalkan saja dah'. 'Mana bisa gitu pak, itukan hak guenya dapatin hadiah' kelakar guenya. Kemudian pembicaraan terputus sampai disitu saja.

Penipuan seperti ini saya percaya akan tetap ada aja, jadi waspadalah teman-teman. Something that is too good to be true, sometimes It's not true anyway. :-)

No comments:

Post a Comment

Kasih Donk Komentarnya