20 March 2012

Tips dan Trik Instalasi AC

Ada beberapa pelajaran menarik yang kupetik dari masalah AC ( Air Conditioner ) yang ku alami akhir-akhir ini. Ini bermula di suatu malam yang di sertai hujan deras dan angin kencang. Tiba-tiba terdengar gemericik air jatuh yang begitu jelas. Yang pasti itu bukanlah bunyi air hujan di luar kamar. Setelah diselidiki ternyata air ini berasal dari mesin AC. Sanking deras air yang mengucur ini terpaksa mesti di tampung dengan ember. Ohlala.....air darimana gerangan ini. Panik bercampur kesal terasa sesak di hati. Jam-jam segini seharusnya bisa santai dan beristirahat malam. Malam itu pun di dalam otak hanya memikirkan penyebab masalah AC ini.

Esok harinya ku minta tukang AC-nya untuk melihat-lihat dan sekaligus membersihkan AC nya.
Selanjutnya saya menelepon ke pihak customer service LG-nya untuk datang berkunjung sebab masalah tetesan air ini tetap ada. Oleh pihak LG-nya saya di berikan pencerahan dan memang kelihatannya masuk akal. Penyebab dari masalah ini ada di instalasinya.


Nah dilihat dari gambar diatas, kira-kira begitulah situasi/masalah yang saya hadapi. Pipa penghubung indoor unit dan outdoor unitnya salah pasang. Ini menyebabkan air hujan bisa menetes masuk ke ruangan kamarku melalui celah pipa penghubungnya. Ini juga lantaran isolasi pipanya sudah rusak sehingga air bisa dengan mudah merembes masuk. Seharusnya di pasang seperti gambar di sebelah kanannya.

Semoga postingan ini bisa memberikan manfaat dan masalah ini tidak terulang ke yang lain. :-)

03 March 2012

Mengukur Arus Terpakai oleh Peralatan Listrik

Pernah terpikirkan ataupun mempunyai keinginan untuk mengetahui pemakaian daya suatu peralatan listrik di rumah? Kalau jawabannya iya maka disini akan saya bagikan pengalaman sendiri mengenai hal ini. Kalaupun jawabannya tidak maka tetap akan ku bagikan pengalaman ini. :-)

Untuk mengetahui daya suatu peralatan listrik, yang paling mudah tinggal lihat di kemasan ataupun di peralatan listriknya sendiri. Biasanya ada tertera berapa tegangan dan daya yang dipakai oleh peralatan listrik tersebut. Tetapi cara ini terkadang tidak begitu akurat berhubung angka yang tertera bisa menipu. Ini sudah saya buktikan sendiri pada saat mengukur daya kipas angin yang ku pakai di kelas.

Nah di sekolah kita diajarkan jikalau ingin mengetahui daya, maka yang harus diukur adalah tegangan dan arus yang dipakai oleh peralatan listrik bersangkutan. Dengan mengalikan kedua besaran di atas maka didapatkan daya terpakai.

Untuk mengukur tegangan kita tinggal menghubungkan alat ukur ke salah satu colokkan listrik yang tersedia. Normalnya sekitar 220 volt. Nah untuk mengukur arus yang agak sedikit ribet. Ini berhubung alat ukur mesti di hubung seri istilahnya ke peralatan listrik bersangkutan. Yang artinya lagi kabel listrik ke peralatan mesti di kupas dan di potong. Bagian yang satunya kita sambungkan ke alat ukur(kutub postif) dan bagian yang lainnya ke kutub negatif alat ukur. Hidupkan peralatan listriknya, maka kuat arus listrik pun terukur sudah.

Cara Menghubungkan Amperemeter

Yang ingin saya bagikan adalah cara lain yang tidak perlu memotong kabel seperti diatas. Alat ukur yang diperlukan bentuknya seperti catut. Yang dilakukan hanyalah mencatut alat ukur ini ke salah satu kabel peralatan listriknya ( boleh kabel positif atau negatif ). Ingat hanya salah satu, sebab kalau kedua kabel di catut, pengukuran menunjukkan angka 0 ( nol ).

ClampMeter

Timbul pertanyaan , bagaimana kalau kabel peralatan listriknya itu sulit dipisahkan? Artinya kabel positif dan negatifnya di isolasi menjadi satu kabel. Nah agar kita tidak perlu mengelupas isolasinya, kita perlukan 'pemisah kabel'. Jadi sebelum di colokkan ke sumber PLN, kabel peralatan listrik kita hubungkan ke pemisah kabel ini. Lalu alat ukurnya tinggal kita catutkan ke pemisah kabelnya. Kuat arus pun segera terbaca secara real time.
Line Splitter ( Pemisah Kabel )

Cara Memasangkan ClampMeter dan Line Splitter

Arus yang terpakai oleh peralatan listrik