04 December 2010

Jangan Pinjamkan Kartu Kreditmu !


Ini postingan sekadar sharing saja dengan tujuan menjadi pembelajaran buat kita semua. Kejadian berawal dengan diterimanya satu buah telepon singkat di siang bolong saat gue tidur siang. Yang menelepon adalah salah satu upline sponsor guenya di salah satu bisnis MLM terkemuka di Indonesia ini. Gue dulu pernah menjalani bisnis MLM ini tetapi sekarang sudah tidak lagi. Anggap aja upline sponsor gue ini bernama si RJ dah. RJ ini dulunya gue kenal adalah salah satu pemain di bisnis MLM yang terhormat. Udah banyak penghargaan diterimanya dibisnis ini. Saya salut dengan keberhasilan beliau ini.

RJ menelepon dengan maksud ingin meminjam kartu kredit. Tujuannya agar bisa membeli salah satu produk dengan cicilan dan bisa tertutupi point bisnisnya dibulan itu. Memang kebetulan sudah di akhir bulan pada saat itu. Kartu kreditnya sudah terpakai semua katanya. Beliau juga menjanjikan akan membagikan bonus bulanan kalau saya bisa meminjamkan kartu kredit kepadanya. Dengan maksud dan niat baik membantu mantan upline ( bukan karena teriming-iming ama bonus bulanannya ) , gue akhirnya meminjamkan kartu kredit kepada beliau.

Saya pun berasumsi kalau si RJ ini akan segera mengembalikan kartuku setelah dia melakukan transaksinya. Kehidupan pun saya jalani seperti biasa. Hari berlewat hari, minggu berlewat minggu. Akhirnya tagihan kartu kredit pun datang. Baru teringat guenya kalau kartuku masih ditangan si RJ ini. Tagihan yang tertera pun merupakan transaksi yang di lakukannya. Saya pun menghubungi beliau untuk memberitahukan tagihan kartu kreditnya dan meminta agar segera dikembalikan kartu kreditku.

Nah, disinilah terjadi sedikit masalah. Begitu minta di kembalikan kartu kreditku, RJ seolah-olah agak enggan. Boleh dibilang tak ada niat baik darinya untuk mengembalikan kartuku. Tak berapa lama, RJ dan keluarga pun berlibur ke luar negeri. Saya pun harus sabar lagi menunggu. Setelah beliau pulang dari luar negeri, ku minta lagi tuh kartu padanya. Tapi itupun masih diulur-ulur waktunya. Pada saat itu, rasa hormat kepadanya pun telah sirna. Saya pun udah berencana untuk memblokir kartu kreditku ini agar tidak disalah gunakan.

Tagihan kartu kreditnya akhirnya dilunasi juga. Tapi apa lacur RJ kemudian membuat tranksaksi baru lagi tanpa izin dariku. Kemarahanku pun memuncak pada saat itu. Nilai transaksinya pun tidak sedikit menurut kemampuan guenya. Setelah dipaksa-paksa dan sedikit kasar, kartuku pun akhirnya jatuh kembali ke tanganku. Saya hanya bisa pasrah dengan tagihan baru yang dibuatnya. Apakah akan dilunasi atau tidak bulan depannya. Untuk menutupi postingan kali ini, gue hanya bisa berpesan agar ekstra hati-hati untuk meminjamkan kartu kredit kepada orang. Walaupun orang tersebut anda kenal baik dulunya dan anda hormati dulunya. Waspadalah....!!!!


2 comments:

  1. wah dalam....tak tau diri x si RJ...barang pinjaman jadi hak milik... ngomong2 uda di bayar belom tagihannya? hahahha

    ReplyDelete
  2. Klo saya, akan kulaporkan ke polisi itu orang....
    Tdk ada belas kasihan buat orang kayak itu.
    Penipu.

    ReplyDelete

Kasih Donk Komentarnya