07 August 2013

MR3020 + OpenWrt + EasyHotSpot + Choova Chilli

Petualangan saya dengan router TP Link MR3020 pun berlanjut di musim liburan kali ini. Kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana menginstall EasyHotSpot ke router ini. EasyHotSpot secara sederhana adalah aplikasi untuk membuat router kita semacam Warnet Mini. Jadi ceritanya begitu ada yang terhubung ke routernya maka ada tampilan yang mengharuskan mengisi Username dan Password. Dengan begitu barulah bisa mengakses internet. 


Untuk memulainya seperti biasa TP Link MR3020 di flash terlebih dahulu dengan OpenWrt. Setelah itu perlu di exroot agar kapasitas penyimpannya bertambah. Untuk keperluan ini saya memerlukan 1 USB Hub. 1 Port untuk flashdisknya (keperluan exroot) dan 1 Port nya lagi untuk modem USB bermerek ZTE (untuk koneksi ke internet).

Setelah terkonek ke internet , maka langkah selanjutnya adalah membuat Interface baru. Hasilnya kira-kira seperti ini:
Pastikan interface yang telah kita buat telah ada dengan mengetikkan perintah ifconfig di Putty.
Di kasus saya, interface barunya bernama br-wifi. Interface baru ini juga seharusnya bisa terkoneksi dengan internet. Pastikan hal tersebut dengan koneksi laptop kita ke wifi-nya.

Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket aplikasi tambahan dengan mengetikkan perintah berikut di Putty:
root@OpenWrt:~# opkg update 
root@OpenWrt:~# opkg install coova-chilli haserl lighttpd lighttpd-mod-cgi  php5-cgi php5-cli php5-mod-gd php5-mod-gmp php5-mod-mysql php-pear freeradius2 freeradius2-mod-sql-mysql php5-mod-mcrypt perl openssl-util unzip git zoneinfo-asia zoneinfo-core freeradius2-mod-sqlcounter freeradius2-mod-sql freeradius2-mod-sql-mysql mysql-server libncursesw php5-mod-dom php5-mod-xmlwriter php5-mod-xmlreader zip lighttpd-mod-simple-vhost


Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi databasenya MySQL  dan EasyHotSpot -nya.
Sampai di langkah ini saya sendiri tidak mengalami kendala yang berarti dengan berhasilnya diakses EasyHotSpot di http://192.168.1.1:81

Tetapi di langkah berikutnya ini saya cukup di buat puyeng yakni mengkonfigurasi FreeRadius -nya.
Pastikan semuanya bekerja dengan sempurna dengan mengetikkan perintah radiusd -X di Putty. Jikalau tidak ada kesalahan maka silahkan di hentikan proses berjalannya dengan mengetikkan Ctrl+C.
Setelah di enable dan di start radiusd -nya maka pada saat netstat -apn akan muncul tampilan seperti dibawah ini:
udp        0      0 192.168.1.1:1812        0.0.0.0:*                           
udp        0      0 192.168.1.1:1813        0.0.0.0:*

Jikalau tidak ada tampilan diatas, jangan di lanjutkan dulu proses instalasinya. Ulangi dan cek kembali langkah-langkah diatas. Dan kalau diperlukan di ulangi dari awal. :-)

Akhirnya langkah terakhir adalah mengkonfigurasi Choova-Chilli nya.
Setelah semua terinstall sempurna maka akan mendapatkan tampilan mirip seperti dibawah ini:
Sumber : http://blog.obengkumana.net

21 July 2013

Router MR3020 + Webcam + OpenWrt + Twitter

Akhir-akhir ini saya lagi menyibukkan diri dengan router MR3020. Sebagaimana banyak yang sudah tahu atau mungkin belum tahu kalau router dari TP-Link ini bisa di install OS berbasis Linux. Nama OS Open Source -nya adalah OpenWrt. OpenWrt sudah dilengkapi banyak aplikasi yang bisa diinstall sesuai keperluan masing-masing orang. Untungnya di Indonesia sendiri sudah ada komunitas/forum yang bisa menjadi tempat belajar yang baik. Salah satunya ada difacebook yakni di https://www.facebook.com/groups/openwrt/.

Okelah di postingan ini saya bermaksud untuk sharing pengalaman sekaligus sebagai catatan agar bisa menjadi referensi di kemudian hari. Saya mulai topiknya dari yang fresh alias yang baru di utak-atik semalam. Judulnya adalah OpenWrt-nya saya buat untuk mengoperasikan WebCam murah dan hasilnya di kirim ke Twitter. Ini guenya belajar dari http://sukabiru.wordpress.com/ruterngeksis/.

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:
- Router TP Link MR3020
- USB Hub
- Flashdisk
- Modem untuk Internetan
- Webcam

Langkah-langkahnya memang lumayan banyak bagi yang awam seperti saya ini, yakni:
1. Flashing router MR3020 dengan OpenWrt. Istilahnya install OSnya ke routernya.
---> http://tplinkmr3020.blogspot.com/2012/08/basic1-choosing-openwrt-version.html
2. Buat Exroot. Istilahnya menambah kapasitas memori penyimpanan dari router yang terbatas
---> http://tplinkmr3020.blogspot.com/2012/09/extroots.html
3. Install paket-paket yang diperlukan untuk Webcam + Motion Detector
---> http://sukabiru.wordpress.com/2012/10/21/webcam-motion-detection-openwrt/
4. Konfigurasi Twitter
---> http://sukabiru.wordpress.com/ruterngeksis/

Yang perlu saya tambahkan disini adalah beberapa perintah tambahan yang diperlukan agar semuanya berjalan lancar jaya, yakni:

chmod 755 /www/ruterngeksis/upload.sh
chmod 755 /www/ruterngeksis/autodelet.sh 

Lalu di http://dev.twitter.com , aplikasinya agar di setting bisa read, write and direct message.
Berikut penampakan dari Routernya yang tersambung ke USB Hub. USB Hubnya sendiri dicolokkin Flashdisk ( 1 GB doank ), Modem Huawei ( Telkomsel Flash ) , dan Webcam ( hanya kabel doank yang nampak di gambar ). Selamat mencoba !

11 May 2013

Format NTFS ke FAT32 dengan cepat dan WinSCP pengganti Putty

Wah, minggu yang lumayan capek. Badan terasa panas dingin, tapi masih semangat nge-posting. Okay deh, langsung saja ya. Kali ini saya mau sharing pengalaman tentang Piratebox lagi. Ahyoo....Piratebox lagi.... :-).

Tapi beneran deh, neh benda akhir-akhir ini mengusik diriku. Rencananya begini, saya mau pakai tuh Piratebox untuk sharing film-film yang ukuran filenya gede-gede. Nah untuk itu, saya mengadopsi External Hard Drive merek Seagate berkapasitas 500 GB. Untuk kapasitas sebesar itu File System-nya biasanya adalah NTFS. Masalahnya Piratebox hanya mengenal File System FAT. Untuk format dari NTFS ke FAT(dalam hal ini FAT32) saya perlu tanya-tanya ke mbah google.

Cara pertama yang saya dapatkan adalah memakai MS Dos Prompt. Perintahnya :
format *namaDrive*: /FS:FAT32
Awalnya berjalan lancar dan setelah menunggu cukup lama keluar pesan kalau kapasitas nya terlampau besar untuk di format. Gagal deh percobaan pertama.

Saya coba format lagi dengan cara ini di komputer lain yang memakai Windows 8.
Waduh, prosesnya lebih lama, dihitung-hitung memakan waktu lebih kurang 6 jam proses formatnya.
Sambil nunggu saya nyari-nyari di google lagi. Eh ketemu cara lain yang katanya lebih singkat. Tetapi gimana ya, proses formatnya barusan 5%, apakah boleh di cancel?. Kalau mau cancel gimana caranya?. Dengan resiko External Hard Drive Seagate saya yang baru itu rusak , saya beranikan diri Shut Down komputernya agar proses formatnya bisa saya cancel.

Begitu komputer restart kembali, saya colokkin kembali Seagatenya. Alhasil keluar tampilan, kalau Hard Drivenya perlu di format. Langsung saja deh saya ikutin cara keduanya.

Disitu tinggal klik gambarnya entar akan di download program kecil bernama GuiFormat.Exe.
Dengan program ini yang kelihatan simpel dan tak meyakinkan, kucoba format neh Seagate.

Wow....proses berjalan begitu cepat. Memang disitu ada di centang tanda 'Quick Format'. Proses format pun selesai dalam sekian detik. Sanking cepatnya, sempat tak percaya juga neh hati. Coba di klik Propertiesnya, wuih....sudah tertera FAT32. Okay deh....coba di pakai untuk simpan data dan hapus data. Semuanya sampai sejauh ini aman kok. 

Baiklah, sekarang baru coba colok ke Piratebox-nya. Setelah sekian lama, tidak ada reaksi dari Pirateboxnya. Tetapi setelah menunggu lumayan agak lama, wuih...Pirateboxnya berjalan lancar. Berhasil deh....! Saya masukkin deh film-film, image game PSP, dan lain lain ke sana. :-)

Oh ya setelah ada yang kasih informasi kalau mau utak atik file di Pirateboxnya mendingan pakai program WinSCP. Sebelumnya pakai program Putty, dan mesti saya bilang WinSCP ini jauh lebih mudah pakainya layaknya memakai Windows Explorer. Aduh senangnya neh hati , kok nggak dari dulu-dulu aja tahunya ya. Tapi ya sudahlah, pokoknya sekarang sudah tahu deh ada program sakti ini. Selamat mencoba ya...!