12 April 2009

Sang Wo `Si Chuan Ma La Huo Guo`


Ada tempat makan Sang Wo yang baru di Merdeka Walk. Namanya Si Chuan Ma La Huo Guo. Yang artinya kira-kira Sang Wo Pedas Kebas Si Chuan ( semoga benar terjemahannya.... ). Uniknya kita harus terlebih dahulu memilih bahan-bahan yang inginkan terlebih dahulu seperti sayuran dan daging Sang Wo-nya. Ada tersedia dua macam kuahnya yakni kuah putih biasa dan satunya kuah merah yang pedas kebas. Kuah merah ini memang pedas rasanya dan begitu kena di lidah terasa kebas. Tak begitu menarik menurut guenya neh kuah.


Menurut pengamatan saya, karena baru di buka, ada sedikit kekacauan terjadi disini. Kalo di medan, istilah 'teh tong' kan mestinya teh panas tak ada gula, tapi di sungguhin teh dingin tak ada gula oleh pelayannya. Lalu sosisnya lupa di buang plastik selubung luarnya, jadinya begitu pas mau dimakan baru ketahuan masih ada plastiknya. Dan sosis ini udah sempat direndam dalam kuah panas pula.

Sesaat sebelum selesai makan, meja saya di dekati ama kokinya. Kebetulan sekali kokinya ini fasih benar berbahasa mandarin dan guenya sangat tak fasih. Kemungkinan besar kokinya ini di import dari Si Chuan sana. Koki ini terus mengeluarkan bahasa yang tak ku mengerti yang akhirnya pemilik restoran menyelamatkan saya. Pemiliknya ini menerjemahkan ocehan koki ini kepadaku. Isinya kira-kira menanyakan tentang enak atau tidaknya Sang Wo-nya. Lalu katanya bahan-bahan untuk pembuatan kuah merah itu di import langsung dari Tiongkok dan sangat diminati di sana.

Dan soal harga, restoran ini boleh dibilang mahal. Kuahnya saja mesti di hargai Rp.25000. Emang bisa ya makan Sang Wo tanpa kuah?. Secara total guenya mesti bayar sekitar Rp.100 ribu dengan Sang Wonya berisi Brokoli, Cumi, Sosis Ayam, Bakso Kepiting, Sawi Putih, ditambah Nasi Putih dan minum Teh.

11 April 2009

Shinjuku Incident


Ini film di bintangi Jacky Chan dan Daniel Wu. Kayaknya ini pertama kalinya Jacky Chan membintangi film dengan sedikit adegan action. Penonton disuguhkan drama tentang perjuangan imigran ilegal Cina yang mengadu nasib di Jepang. Jacky Chan menjadi imigran gelap lantaran ingin mencari pacarnya yang telah merantau ke Jepang. Cerita berkutat tentang perjuangan para imigran gelap ini untuk mencari sesuap nasi di negeri Sakura. Perselisihan dengan Yakuza pun tidak terelakkan ketika para imigran ini mencoba mencari nafkah di daerah kekuasaan gengster Jepang. Sebagaimana film tentang gengster, penonton banyak disuguhi adegan sadis dan darah berceceran dimana-mana ( Okey...memang tidak se-ngeri itu...tapi kira-kira kek gitu deh ) . Di akhir cerita ( bagi yang masih ingin nonton neh film, tak perlu di teruskan bacanya ), Jacky Chan harus tewas di bunuh. Rasanya sebelumnya tak pernah nonton film yang di bintangi film laga ini yang berakhir dengan kematian sang pemeran utama. Yah mungkin Jacky Chan ingin banting setir dan mencoba yang baru. Akhir kata, film ini boleh menjadi tontonan akhir pekan. Selamat menonton.

10 April 2009

Pemilu 2009


Kemaren pagi, gue memberanikan diri untuk mengikuti Pemilu Legislatif. Sebagai informasi saja, guenya sebelum-sebelumnya tak pernah ikut Pemilu apapun itu. Jadi boleh dibilang kemaren itu terobosan buat guenya. hehehe...

Datang ke TPS, lalu tunjukkan surat undangan, dan tunggu giliran di panggil dan mencontreng. Kira-kira itulah prosedur yang saya harus ikuti untuk pemilu kali ini. Selang tak berapa lama, di panggillah nomor urut guenya dan segera diikuti pengarahan singkat dari panitia tentang cara-cara mencontreng yang benar.

'Perhatikan ya, ada 4 buah surat suara yang harus kalian contreng yakni surat suara untuk DPR, DPD, DPRD kabupaten/kota, dan DPRD propinsi. Masing-masing surat suara ini mempunyai warna berbeda-beda dan nantinya setelah mencontreng kalian masukkan ke kotak suara yang tersedia sesuai warnanya tersebut. Ada 3 surat suara yang terdiri hanya nama caleg beserta partainya dan ada 1 surat suara yang berisikan foto caleg. Untuk yang ada nama calegnya, anda bisa mencontreng di nomor partainya, atau nama calegnya, atau partai dan nama caleg bersangkutan tapi ingat nama caleg dan partainya harus sesuai. Untuk yang ada foto calegnya, cukup anda contreng satu saja dari foto yang tersedia. Cukup jelas ya?' begitulah kira-kira pengarahan dari panitianya.

Gue pun masuk ke bilik untuk mulai mencontreng. Surat suaranya begitu di buka, mirip seperti ukuran koran. Agak sedikit bingung memang guenya untuk mencontreng ini berhubung belon ada pilihan sebelumnya. Akhirnya gue pilih caleg yang namanya familiar dan sering muncul di baliho dan di pohon-pohon.

Selesai mencontreng, sebagai bukti telah ikut pemilu ini, salah satu jari mesti di beri tinta. Sampai saat ini, tintanya belon hilang-hilang. Semoga pemiliu kali ini sukses dan lancar deh. Salam Damai.