Satu yang kuperhatikan, harga makanan dan minuman disini memang ekstra lebih mahal. Tetapi untunglah lagi ada promo, guenya dapat voucher RM 100. Vouchernya dalam bentuk kartu, hany bisa digunakan dengan cara digesek dibeberapa tempat tertentu saja.
Besok sekitar jam 12 siang, gue bakalan balik ke KL kembali. Sampai jumpa disana.
13 September 2009
Hari ke-5 di Malaysia
12 September 2009
Hari ke-4 di Malaysia
Berhubung masih pagi, counter air-asianya belon buka. Check-in pun tak bisa dilakukan. Trengganu Airport sepi dari toko-toko. Tak banyak yang bisa dilihat di airport ini. Yang parahnya gue mesti berada sekitar 3 jam di bandara ini sebelum terbang ke Kuala Lumpur.
Untuk menghilangkan kebosanan, beberapa pelancong dari Cina main kartu dengan koper sebagai mejanya. Ide menarik juga tuh! Semoga saja tidak dilarang ama petugas bandaranya. Gue hanya bisa berkeliling- keliling saja. Lihat apa yang bisa di beli.
Pesawat Air Asia yang ku tumpangi berangkat sekitar jam 3 gituan, dan tiba di Kuala Lumpur jam 4. Setelah itu gue mesti buru-buru ke KL Sentral untuk mengejar bus yang ke Genting. Dan syukurlah tidak ada hambatan yang berarti, sesampainya di KL sentral masih tersisa waktu 1 jam sebelum bus ke Genting berangkat.
Jam 7 tepat busnya baru berangkat. Sampai di Genting sekitar jam 8 gitu lar. Langsung check-in ke hotel First World yang butuh waktu lumayan lama. Wuih...akhirnya bisa istirahat setelah seharian naik turun pesawat dan bus.
11 September 2009
Hari ke-3 di Malaysia part 2
Nah setelah makan siang selesai, sekitar jam 2 siang nanti ada lagi snorkeling terakhir di pulau Redang ini. Nama daerah snorkelingnya udah lupa. Lagi-lagi sebelum snorkeling mesti mendengarkan briefing yang sama lagi dari orang yang sama. Jadi total 3 kali snorkeling, 3 kali juga dengar briefing. Snorkeling kali ini gue liat udah mulai berkurang jumlah pesertanya karena mungkin udah kecapekan pas di Marine Park tadi pagi tapi tetap kelihatan rame karena ada muka-muka baru yang bermunculan. Ini lantaran kita bergabung dengan para pelancong yang barusan datang di pulau ini. Jadi tiap hari tetap ada pelancong yang datang. Acara snorkelingnya yang siang hari lokasinya di ganti tiap hari agar setiap pelancong yang datang baik yang lama atau baru tetap bisa menikmati pemandangan bawah laut berbeda-beda selama di pulau Redang ini.
Karena ini snorkeling terakhir, roti untuk umpannya pun saya mesti habiskan kali ini. Bagi yang belum sempat foto-foto di Marine Park tadi pagi, ini kesempatan terakhir untuk bergaya ria dalam air.
Foto-foto di redang ini juga bisa dinikmati lewat facebook guenya di sini .
10 September 2009
Hari ke-3 di Malaysia
Setelah sarapan pagi yang lezat, sekitar jam 9 gitu, yang ingin snorkeling mesti udah berkumpul di pondok briefing. Kalo boleh kasih saran, snorkeling hari ke-2 ini yang tujuannya ke marine park mesti ikut berhubung pemandangan bawah air lautnya yang lebih indah dari snorkeling kemaren itu.
Sebelum snorkeling, kitanya di berikan lagi pengarahan singkat oleh pemandunya. Lokasi snorkeling kali ini agak berbeda karena di lakukan di Marine Park. Kalo snorkeling kemaren diadakan dilepas pantai, di Marine Park ini snorkelingnya di bibir pantai.
Begitu tiba di Marine Park, pemandunya menawarkan jasa bagi yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan bawah laut. Gue pun tidak melepaskan kesempatan ini agar ada kenang-kenangan di bawah pulang.
Walaupun tidak begitu dalam, gue bisa melihat banyak ikan dengan beraneka warna dan jenis serta terumbu karangnya yang kebanyakan berbentuk kipas. Oh iya, jangan lupa untuk membawa roti kering sebagai umpan agar ikan-ikannya mau mendekat. Roti ini biasanya akan ditawarkan pada saat sesi briefing tadi. Atau bisa juga dibeli pada saat menyewa masker.
Disini saya akan berbagi sedikit tentang sesi foto-foto bawah airnya. Kru fotonya ini terdiri dari 2 orang. Yang satu tukang fotonya, satunya lagi tukang cemplungnya. Jadi pada saat mau difoto, gue di celupkan ke kedalaman tertentu sebelum diminta bergaya dan di foto. Fotonya diambil dengan berbagai gaya dan lokasi. Ada satu lokasi yang mesti di tenggelamkan sampai ke dasar pantai. Katanya gue akan difoto ama ikan hiu yang bersembunyi. Tapi alhasil untuk yang ini. ternyata hasilnya kurang bagus berhubung kameranya low batt sehingga tak keluar flashnya. Yang terfoto hanya berupa pipa-pipa gitu. Seharusnya ada nampak hiu di dalam pipanya. Padahal untuk foto yang satu ini gue mesti tahan napas lebih lama karena memang mesti agak dalam nyelamnya. Tapi tak pa pa lar anggap aja pengalaman.
Setelah sesi foto-foto ini, tak lama kemudian, pemandunya membunyikan peluit tanda kegiatan snorkelingnya udah kelar dan mesti balek kembali ke resort.
08 September 2009
Hari ke-2 di Malaysia Part 3
Peraturan seperti tidak boleh mengambil pasir, kerang, karang juga di beritahukan kepada para pelancong demi kelestarian alam di pulau ini.
Setelah briefing singkat ini para pelancong di persilahkan menuju ke resortnya untuk check-in. Berhubung jam udah menunjukkan waktu makan siang, para pelancong di persilahkan makan siang sambil menunggu check-in dan kamarnya tersedia.
Sajiannya ala buffet jadi boleh makan sesuka kita. Masakannya sungguh enak dan untuk beberapa hari ke depan, tempat makannya di restoran ini.
Pemandangan di restoran ini sungguh menarik berhubung sambil makan kita bisa melihat laut yang biru. Sempurna banget memang.
Setelah makan siang, gue pun menuju kamar resortnya. Setiap kamar terdiri dari 4 tempat tidur walaupun yang nginap tidak sebanyak itu. Kamar yang tersedia ada 3 macam. yang menghadap ke laut. menghadap kolam renang dan menghadap ke taman. Gue kebetulan dapat kamar yang menghadap ke kolam renang. Harga kamar yang paling mahal menghadap ke laut dan yang paling murah menghadap ke taman punya.
Kamarnya bersih dan nyaman. TV di kamarnya ada saluran yang khusus memutar film 'Summer Holiday'. Film ini lar yang ikut mempopulerkan pulau Redang.
Kegiatan pertama di pulau Redang ini adalah snorkeling yang diadakan sekitar jam 2 siang. Para pelancong yang ingin ikut diminta berkumpul di pondok tempat briefing yang tadi.
Sebelum snorkeling ada lagi pengarahan dari pemandunya tentang peraturan selama kegiatan snorkeling dan cara pemakaian masker yang benar. Pelancong diingatkan sekali lagi untuk jangan merusak terumbu karang sewaktu snorkeling. Nama tempat snorkelingnya untuk siang ini adalah C.K. Bay. Total ada 3 kali snorkeling di 3 lokasi berbeda juga. Jadi besok ada lagi 2 kali snorkeling.
Sewaktu snorkeling ini para pelancong boleh minta di foto oleh pemandunya. Tetapi gue sarankan fotonya entar pada saat snorkeling besok harinya di Marine Park berhubung pemandangan bawah lautnya lebih cantik dan menawan.
Bagi yang ada kamera bawah laut boleh memuaskan nafsu berfotonya disini. Karangnya masih perawan.
Setelah puas snorkeling, para pelancong di bawa kembali ke resort. Jam udah menunjukkan waktu makan malam. Sambil makan malam, kitanya di hibur live band dari Filipina. Saatnya kembali ke kamar untuk menyambut esok hari yang lebih fantastis
07 September 2009
Hari ke-2 di Malaysia Part 2
Berhubung tadi pagi belon sempat sarapan, hanya mengunyah sedikit roti, jadinya neh perut berada dalam keadaan antara mau muntah dan tidak. Mabuk laut ini terasa menyiksa sehingga beberapa penumpang khususnya anak-anak ada yang muntah ke lantai kapal. Kalo yang dewasa segera ke kamar kecil untuk membuang muntahan.
Guenya sanking tak tahan lagi juga akhirnya ke kamar kecil. Tetapi tidak bisa muntah-muntah juga, yang akhirnya gue berdiri di dek kapal untuk mengurangi efek mabuk lautnya. Banyak juga yang berdiri di sana sambil mengantisipasi kalo muntah bisa langsung di buang ke laut.
Dalam hati saya berharap segera sampai ke pulau Redangnya dan berdoa semoga penderitaan ini mendapat balasan yang setimpal. :-)
05 September 2009
Hari ke-2 di Malaysia
Singkat cerita, setelah terbang yang memakan waktu sekitar 1 jam, tibalah guenya di Kuala Trengganu Airport. Airportnya sederhana saja, tak nampak toko-toko souvenir di terminal kedatangannya. Sesuai petunjuk dari Travel Agentnya, ada bakalan yang menjemput guenya di airport ini. Setelah lihat sana-sini, tak terlihat tanda-tanda orang yang mau menjemput saya ini. Ada sedikit kegelisahan di hati berhubung takut terlambat ke pelabuhan untuk naik ferry yang akan menghantarkan saya ke pulau Redang.
Akhirnya muncul tiba-tiba tuh orang entah dari mana yang selanjutnya gue di persilahkan naik bus ke pelabuhan Merang. Perjalanan ke pelabuhan dari airport memakan waktu sekitar 1 jam. Sampai di pelabuhan, udah rame penumpangnya. Gue di minta titipkan koper dan disuruh ke seberang jalan. Ada sebuah rumah yang atapnya biru yang menjual tiket ke Marine Park pas di pulau Redang nantinya. Sebenarnya tiket ini bisa di beli setelah tiba di pulau Redangnya. Saya pun sambil menunggu jam keberangkatan kapal ferrynya, lihat-lihat souvenir yang dijual di sekitar pelabuhan ini.
Untuk cerita selanjutnya akan saya sambung di postingan berikut. :-)
04 September 2009
Hari ke-1 Di Malaysia Part 2
Sesampainya di KL sentral, gue pun segera mencari informasi letak counter yang menjual tiket bus ke Genting. Buat informasi saja, KL sentral ini semacam terminal terpadu dimana dari terminal ini kita bisa naik bus, monorail untuk bepergian ke berbagai lokasi di Kuala Lumpur ini.
Bus ke genting itu namanya Genting Express. Counter tiketnya terletak agak sudut dan tersembunyi. Kalau tak salah letaknya di lantai 2 di KL Sentral ini. Terakhir baru ku ketahui ternyata di lantai dasar tempat bus biasa berhenti juga ada counternya.
Tiket ke genting gue beli yang berangkat jam 7 malam untuk 3 hari ke depan dan sekalian beli tiket balik ke KL-nya.
Setelah tugas utama selesai dan perut pun udah di isi di food courtnya KL sentral, perjalanan pun di teruskan.
Untuk hari pertama ini, rencananya mau ke KLCC. Pikirku KL Sentral ini ke KLCC bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Ternyata mbak informasinya menyarankan untuk naik semacam MRT ke sana saja. Memang lumayan jauh tuh, kalo jalan kaki mungkin 3 jam baru sampai. hehehe.......
Tujuan utama ke KLCC adalah untuk mengunjungi Aquaria KLCC. Mau liat ikan neh ceritanya. Wuih, rame banget yang antri.
Setelah puas liatin ikan dan foto-foto, gue pun cuci mata di Suria KLCC-nya. Hari pun udah menjelang malam, gue segera balik ke Tune Hotel untuk check-in dan beristirahat. Alangkah terkejutnya begitu liat ukuran kamarnya yang begitu mini. Bayangkan saja begitu buka pintu langsung ketemu tempat tidurnya. Tak ada meja tulis. AC pun dijatah 12 jam. Kipas angin besar di langit-langit. Handuk dan perlengkapan mandi tidak disedain, mesti beli kalo mau. Pokoknya serba hemat dah.
Terus terang memang tidak begitu nyaman, tapi untunglah hanya nginap semalam disini. Besok pagi-pagi mesti dah berangkat ke LCCT dengan tujuan selanjutnya yakni Pulau Redang. Oh....tak sabaran pengen ke sana udah. Sampai jumpa di postingan berikutnya. :-)
02 September 2009
Hari Ke-1 di Malaysia
Pesawat Air Asia yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di LCCT. Untuk malam ini saya rencananya menginap di Tune Hotel yang terletak dekat dengan LCCT. Ini dikarenakan gue mesti berangkat ke Kuala Trengganu pagi-pagi sekali. Dari LCCT sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki tetapi pastinya lumayan capek, tetapi saya naik bis saja yang ongkosnya RM 1. Bis ini naiknya di dekat food court LCCT yang namanya Food Garden.
Tune hotel ini dari kejauhan nampak gedungnya begitu megah. Sesampainya disana gue nitipin koper gue berhubung check-in nya sekitar jam 2 siang. Sekarang jam baru menunjukkan jam 11 siang. Titipin koper juga dikenai biaya sebesar RM 1.
Lalu gue naik shuttle bus yang tersedia di Tune Hotel ini untuk kembali ke LCCT. Maksud hati ingin ke kota dengan naik Sky Bus dari LCCT ini. Ongkos Sky Bus ini persisnya dah lupa, tetapi tidak sampai RM 20.
Dengan Sky Bus ini, gue pun melaju ke terminal KL Sentral. Untuk cerita selanjutnya akan saya sambung di postingan lain. :-)
17 August 2009
Pengalaman di Redang
Memang banyak yang ingin di ungkapkan disini, tapi untuk postingan kali ini gue buat singkat saja dan entar di sambung dilain kesempatan. Ke pulau Redang memang pengalaman pertama buatku dan harus kuakui pulau ini sungguh indah dengan pantai-pantainya. Yang buat ku takjub adalah fasilitas-fasilitas pendukung yang disediakan untuk para wisatawan. Sungguh profesional sekali.
Di Redang ini, guenya menginap di Laguna Redang Resort. Begitu tiba di resort ini kita disuguhkan semacam briefing tentang segala kegiatan dan aturan main di pulau ini agar para pelancong dapat menikmati pulau ini semaksimal mungkin. Sampai membuka pintu kamar pun diajarin dan memang caranya agak sedikit aneh dibanding pintu hotel lain.
Lalu ada beberapa peraturan penting yang diterapkan disini. Peraturan ini harus diperhatikan sebelum kita di denda. Peraturannya seperti tidak boleh mengambil karang, pasir atau membuang sampah sembarangan di pulau ini. Memang saya harus mengakui keseriusan pemerintah Malaysia menjaga keperawanan pulau ini. Bayangkan saja wisatawannya gitu banyak, kalo sedikit demi sedikit dirusaki, maka jadilah seperti kebanyakan pulau-pulau di Indonesia yang udah gitu parah keadaannya.
Begitu selesai briefing, kita disuguhi welcome drink untuk melepas dahaga sambil menunggu check in. Setelah dapat kunci, kita udah bisa menikmati segala fasilitas di resort ini. Untuk lebih detailnya akan saya sambung di postingan berikutnya. :-)
28 March 2009
Perjalanan Pulang dari Bali
Pas di dalam pesawat, kebetulan duduknya paling pinggir dekat jendela, saya bisa menikmati pemandangan yang sungguh indah. Awan-awan berkumpul dengan manisnya. Saya bayangkan kalo di darat kita bisa liat laut, nah kalo di angkasa kita bisa lihat awan ini alias bakalnya laut. Yah menurut pelajaran IPA yang kita terima pas di bangku SD, awan kan bakalan menjadi air dan entar air kembali menjadi awan, begitulah siklus yang terjadi di alam ini secara alamiah.
Ada cerita yang gue baca dari buku tentang setetes air di laut yang iri melihat awan yang indah di angkasa. Padahal dirinya sendiri itulah awan, cuman dalam bentuk yang berbeda. Jikalau si tetes air ini bisa menyadari 'awan' didalam dirinya, tentunya kecemburuan tidak akan mungkin muncul di dalam hatinya. Cerita ini mengingatkan kita akan suatu kenyataan hidup ini yakni ketidakkekalan. Yang kekal hanyalah perubahan itu sendiri. Awan akan berubah menjadi air, air akan kembali menjadi awan dan begitu seterus-seterusnya. Awan yang kita lihat hari ini, bukanlah awan yang kemaren itu, walaupun nampak serupa. Postingan ini jadinya agak lari dari jalurnya. Tapi itulah kira-kira yang gue sadari pas di atas pesawat AirAsia hari ini.
23 March 2009
Hari ke -6 di Bali
Hari ke-6 di Bali ini, saya akan berbasah-basahan di Tanjung Benoa. Di lokasi ini banyak permainan air yang bisa dinikmati seperti Diving, Snorkeling, Flying Fish, Banana Boat, Speed Boat, dan Parasailing. Kegiatan pertama yang bakal di lakukan adalah snorkeling. Di bawa oleh boat kecil ke tengah lautan lalu di kasih dua potongan roti kecil oleh awak kapalnya.
Para pengunjung bisa berfoto-foto ria sambil memegang tuh binatang. Berkunjung kesini tidak di kenakan biaya yang tetap, pengunjung hanya perlu menyumbang ala kadarnya pada saat meninggalkan lokasi.
Setelah ke pulau Penyu, ini saatnya saya melakukan permainan air 'flying fish'. Hujan udah mulai turun rintik-rintik tapi permainan tetap di lakukan. Flying fish itu pada dasarnya mirip parasailing. Bedanya, di flying fish ini dipakai semacam boat karet gitu, lalu kitanya ditarik sehingga terbang di angkasa. Cukup menegangkan juga permainan ini terutama pada saat posisi terbang tetapi sayangnya cukup singkat menurut saya durasi permainannya. Setelah selesai bermain, ini saatnya makan siang. Kali ini saya di bawa ke restoran sunda dekat airport yang nama restorannya gue tak tau. Menunya nasi timbel pake ayam goreng lalu ada tambahan gurami goreng. Enak banget tuh makanannya, tak heran mesti di reservasi dulu kalo mau makan disini. Kenyang sudah perut ini. Sekarang supirnya bawain guenya ke Joger lagi. Berhubung ini adalah hari terakhir di Bali, jadi saat yang tepat untuk membeli oleh-oleh khas Bali. Memang sempat bingung juga entah mau beli apa untuk di bagi-bagikan ke temen-temen. Akhirnya ku beli beberapa gantungan kunci dengak tulisan lucu-lucu khas Joger. Setelah ke Joger, ada lagi nama tokonya Kampung Bali yang saya kunjungi. Disini hanya beli beberapa souvenir saja sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Selanjutnya saya akan berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Kabarnya potongan-potongan patung ini dan potongan-potongan patung lainnya yang belum di buat nanti akan disambung menjadi satu patung Wisnu-naik-Garuda yang maha besar. Kita tunggu saja selesainya proyek ini. Menurut guidenya, proyek ini mau mirip dengan patung Liberty-nya di Amerika yang terkenal itu.
Sebagai perjalanan terakhir di hari terakhir ini, saya akan berkunjung ke Uluwatu. Dilokasi ini, bisa dilihat pura yang dibangun diatas tebing. Pemandangannya bagus banget terutama melihat air memecah di bawah tebing. Tapi hati-hati, banyak terdapat monyet berkeliaran di lokasi ini yang kelaparan. Sampai-sampai di depan pintu masuk udah di peringatkan oleh supirnya kalo kacamata dan topi sebaiknya di lepas berhubung bisa di rampok oleh moneytnya. Sayanya merasa was-was juga selama berjalan di lokasi ini berhubung takut di ambil kacamatanya.
Di Uluwatu ini pengunjung bisa menikmati tari Kecak juga dengan harga tiket pertunjukkan seharga Rp.50.000. Lokasi pertunjukkannya di puncak tebing dengan latar belakang sunset. Tari kecak merupakan tari tradisional Bali yang menceritakan kisah Ramayana. Yang unik dari tari ini yakni tidak adanya alak musik dipakai dan sebagai gantinya dipakai suara manusia berjumlah lebih kurang 70 orang.
Setelah menikmati tari kecak sekaligus sunset di Bali (yang sempat gagal di tonton pada saat di Tanah Lot kemaren itu), kini saatnya makan malam di Jimbaran. Di sini saya menikmati sea food di pas bibir pantai. Jadi deburan ombak bisa diliat sambil menyantap makan malam ditemeni nyala lilin ( macam candle light dinner gitu ). Sungguh romantiang bagi yang lagi pacaran kalo makan malam disini. Ternyata di Jimbaran ini juga lagi ada dipertontonkan Tari Kecak, tapi udah hampir usai pas gue datang. Lalu ada pemain musik (alias pengamen tapi alat musiknya lengkap mirip seperti di eropa itu lho) yang bisa kita minta untuk mengiringi makan malam kitanya. Nah setelah makan malam, saatnya kembali ke hotel, ngepak sana-sini. Besok paginya udah mesti ke bandara untuk terbang kembali ke kota Medan tercinta.
19 March 2009
Hari ke -5 di Bali
Yang bikin terkejut adalah pada saat membaca pengumuman di pintu masuk dari pihak toko kalo jam 10.00 WIJO ( Waktu Indonesia Bagian Joger ) bisa berarti jam 12.00 WITA. Demi koper tercintanya itu, temenku pun menunggu dengan sabar. Berhubung tidak ada keperluan di toko ini, guenya pun mencari warnet terdekat untuk melampiaskan hasrat online yang udah lama terpendam selama di Bali ini. Kebetulan ada warnet di sekitar Joger ini dan gue pun membuat postingan singkat di sini.
Tak lama kemudian gue di handphone ama temenku itu kalo dianya telah tak sabaran menunggu jogernya buka. Akhirnya temenku pulang dengan tangan kosong dan kekekecewaan di hati. Dianya pun lirik sana-sini untuk mencari koper di toko lain yang kebetulan di lewati pas perjalanan balik ke hotel. Dapatlah satu tas warna biru merek 'nike' yang segera membikin lega dianya.
Nah setelah temenku lega dengan tas barunya, segera kita menuju ke WaterBom. Ini merupakan salah satu tempat yang gue pengen sekali pigi di bali ini. Abis ingin tahu bedanya dengan tempat permainan air yang lain seperti di Sunway Lagoon atau di Genting. Ayo kita sama-sama masuk ke Waterbom Bali ini. Sebagai informasi saja, kabarnya waterbom juga ada di Jakarta. Diwaterbom ini ada tersedia beberapa macam permainan air selain berenang diantaranya adalah:
- race track
- smash down
- raft river
- macaroni tube
- boogie ride
- jungle ride
- dll
Semua permainan air ini saya coba dan asyik bener tuh. Walaupun memang agak sedikit capek prosesnya bermain ini berhubung mesti naik tangga yang tidak begitu sedikit lalu mesti antri lagi. Makan siang di waterbom ini pun terasa nikmat setelah capek bermain.
Puas dengan main air tawarnya di Waterbom, sekarang guenya ingin main air asin. Pantai kuta merupakan tempat kita bermain selanjutnya. Cuaca awalnya cerah tapi perlahan-lahan menjadi mendung tetapi tidak menyurutkan niat untuk terjun ke lautnya.
Guenya akan bermain papan selancar di pantai ini. Oh man....surfing board yang gitu gede sekarang akan ku mainkan. Terbayang para atlet selancar yang gue liat di teve-teve dengan luwesnya membelah ombak besar dan bisa menyeimbangkan diri di dalam gulungan ombak. Wuis...keren abis. Tetapi itu bukanlah yang gue bayangkan bakal terjadi pada diriku. Pertama karena ombak di pantai kuta ini tidak begitu besar, kedua guenya tak pernah maen neh papan selancar. Saya pun menyewa papan selancarnya dari seorang instruktur disana.
Ternyata papan selancar itu ada berbagai ukuran. Semakin kecil ukuran papan, semakin mahirlah yang mainnya. Kira-kira itulah penuturan dari instrukturnya yang saya dengar. Tanpa panjang lebar lagi, gue pun di kasih yang paling gede ukuran papannya. Lalu instrukturnya memperagakan teknik berselancar dengan singkat sebelum maen neh papan. Pertama dada bersatu dengan papan, kedua jika ombaknya datang segeralah anda berdiri, ketiga andapun akan berselancar dengan indahnya. Setelah merasa okey dengan teorinya, saatnya mempraktekkannya.
Pertama, posisi dada di papan dan dayung pake tangan agar papan bergerak . Kedua, dengan dada masih lengket di papan ditunggu ombaknya datang. Ketiga, ombaknya datang, instrukturnya memberi aba-aba agar segera berdiri. Ke empat, begitu berdiri, jatuhlah gue dari papan dan tergulung-gulung oleh ombaknya. Okey....namanya baru belajar, pasti ada kegagalan. Tanpa putus ada dan dengan semangat membara dihati, gue ulangi dan ulang lagi proses belajarnya, dan...dan...dan akhirnya saya menyerah. Ternyata harus diakui, berselancar ini butuh kesabaran dan waktu yang tidak begitu singkat. Jadi gue minta 'surf board'-nya diganti jadi 'body board' aja. Iya deh...akhirnya gue turun level menjadi body surfer. hehehehehe....Terus terang saja, kalo pake body board, tak perlu belajar segala, langsung bisa punya, abis tinggal telungkupkan neh badan ke papan, lalu kalo ada ombak datang, papannya bergerak dan bawa kita ke pantai . hehehe.......
Pas pulang dari maen neh papan, badan pun terasa pegel abis kecapekan di gulung ombaknya. Malamnya gue ke salah satu mall yang lokasinya pas depan waterbom, namanya discovery mall. Disitu makan malam dan cuci mata sekalian. Setelah itu balek ke hotel, istirahat malam dan tinggal menantikan hari terakhir liburan di Bali besoknya. Postingan ini cukup sekian dan sampai jumpa di hari terakhir di Bali.
16 March 2009
Hari ke -4 di Bali
Di lokasi ini ada guide lokal yang menemani dan menerangkan tentang pura Besakih ini. Memang lokasi pura ini sangat luas sekali dan para pengunjung hanya bisa berjalan mengelilingi puranya. Yang boleh masuk ke dalam puranya hanya orang yang bersembahyang saja.
Pura yang ada kelelawarnya alias Pura Goa Lawah menjadi tempat persinggahan selanjutnya. Di puranya ini ada sebuah goa yang dihuni oleh kelelawar dan katanya ada juga ular besar di dalamnya.
Ular ini jarang keluar dari goanya kecuali ingin mengisi perutnya. Makanannya yah kelelawar itu. Di bali banyak kita jumpai pohon-pohon besar di beri sarung, kabarnya ini untuk menghormati pohon tersebut yang di duga sudah ada penghuninya. Jadi jangan buang air kecil atau besar di pohon yang udah disarung. Kualat entar deh. :-) Pas di seberang jalan dari lokasi pura ini, ada tempat pembuatan garam secara tradisional di Bali ini.
Berhubung penasaran, sayapun ingin melihat proses pembuatan garam ini. Sebenarnya prosesnya sederhana saja yakni air laut disaring terlebih dahulu di sebuah tempat dan entar di keringkan diterik matahari.
Setelah itu saya berkunjung ke Kertha Gosha. Di sini katanya merupakan tempat bersejarah zaman dulu yang digunakan oleh raja-raja untuk rapat dengan para menteri-menterinya.
Di atap-atap bangunannya ada lukisan-lukisan dengan tulisan sansekerta. Berhubung yang membawa ke sini hanyalah supir, beliau tidak menerangkan banyak mengenai lukisan ini.
Saya pun menunggu ada rombongan turis lain sehingga saya bisa ikut nimbrung mendengarkan penjelasan guidenya. Tetapi apa boleh buat, yang datang rombongan turis dari eropa dan jepang, jadi guidenya pun ngomong pake bahasa mereka. Saya pun segera cabut dari lokasi ini.
Selanjutnya saya ingin melihat lokasi bekas terjadinya bom bali di Legian. Lokasinya sekarang telah di pagar sedemikian rupa dan dibiarkan tumbuh rumput ilalang. Persis di seberang jalan ada monumen untuk mengenang orang-orang yang meninggal yang kebanyakan turis dari Australia.