21 February 2009
Tips and Trick playing Word Challenge
20 February 2009
Wimode bermasalah lagi .....
Menyambung postingan saya yang lalu tentang Wimode yang lemot
Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Oh maaf pak Johan, bapak mesti menghubungi bagian Wimode-nya neh di 91001234 untuk masalahnya, kita ini bagian kartu prabayar'
Gue : ' Oh iya, emangnya kartu wimode ini bukan kartu prabayar?'
Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Iya sih, memang kartu prabayar, tapi kalo masalah seperti ini sebaiknya bapak hubungi bagian wimode-nya langsung di 91001234'
Gue: 'Ya kalo gitu, oke deh'
Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Ada yang masih bisa dibantu, pak Johan? '
Gue: 'Kayaknya tidak ada deh, makasih ya!'
Ternyata saya di kasih informasi yang salah oleh mbak customer service yang pertama tadi.
Saya kemudian memencet kembali nomor yang di minta. Dan syukurlah untuk nomor yang terakhir ini saya berhasil dihubungkan dengan mbak bagian Wimode-nya. Begitu terhubung saya di minta lagi Nama, No. Kartu, Alamat Rumah. Alangkah efisiennya call centre Esia ini saya pikir dalam hati. Setahu saya call centre yang baik itu tidak bertele-tele seperti ini. Saya membayangkan alangkah indahnya dan efisiennya, jika kita bisa menghubungi suatu call centre, dan ternyata yang terhubung bagian yang salah, langsung customer service-nya tersebut menghubungkan kita dengan bagian yang seharusnya tanpa harus kita yang memencet kembali nomor tersebut. Mungkin service seperti ini terlampau canggih atau mahal untuk pihak Esia.
Setelah berbicara panjang lebar dengan mbak Wimode-nya ini, di ambil kesimpulan tak ada yang salah dengan jaringan Esia-nya, tak ada maintenance atau down gitu. Wah ini artinya kemungkinan modem Huawei gue yang rusak neh atau ada settingannya yang salah. Tapi setahu saya settingan koneksinya tak pernah saya ubah. Tanpa pikir panjang lagi, ku putuskan lar pihak toko yang seharusnya bertanggung jawab akan hal ini. Sampai ke tokonya, ternyata memang katanya udah ada yang mengeluh juga hal yang sama seperti saya ini. Weleh...weleh...berarti Esia-nya ini yang tak beres. Pihak toko lantas menyarankan agar langsung ke Gerai Esianya yang terletak di jalan Mongonsidi, Medan.
Sesampai disana, Gerai Esia-nya kebetulan masih sepi pengunjung, ada 3 orang customer servicen ya udah siap melayani. Saya pun memilih salah satunya untuk melampiaskan keluh kesahku.
Mbak Gerai Esia : ' Ada yang bisa dibantu pak?'
Gue : ' Iya neh Wimode sayanya kok tak di pakai ya, begini....'
Mbak Gerai Esia : ' Oh itu ya...! Yah...memang udah ada keluhan tentang ini, begini pak Johan, memang kita lagi ada perpindahan jaringan, jadi untuk Esia pulau Sumatera ini lagi ada gangguan di Wimode-nya. Ada maintenance gitu lar, pak!'
Gue : 'Lah tapi udah saya hubungi call centre-nya, katanya tak ada maintenance atau semacamnya gitu'
Mbak Gerai Esia : ' Oh itu call centre-nya kan di Jakarta, jadi tak tahu menahu tentang jaringan yang terjadi di pulau Sumatera ini '
Dalam hati ku tertawa, namanya call centre kok gitu kurang informasi dan tak nyambung begitu ya . Akhirnya di minta ama Mbak Gerai Esia-nya untuk mencoba Wimodenya di Gerai-nya langsung. Hasilnya lumayan, bisa membuka halaman utama Mozilla Firefox doank. Setelah itu tak bisa membuka apa-apa lagi. :-) Yah terakhir di akui deh, katanya saya mesti menunggu agar jaringannya kembali bagus. Dan mbak gerai Esia-nya ini tak bisa menentukan kapan penantian ini akan berakhir, jadi diminta lar nomor hapeku agar suatu hari nanti kalo udah okey bisa di kasih tahu.
Selang tak berapa lama, muncullah sepasang muda-mudi datang ke Gerai Esia ini juga yang segera dilayani mbak Gerai Esia yang lain. Ternyata pasangan ini ingin membeli modem Wimode untuk menikmati layanan wireless internet. Guenya langsung tersenyum yang di ikuti juga oleh mbak Gerai Esia yang melayaniku. Saya tersenyum karena lagi membayangkan pasangan ini yang akan bernasib sama seperti saya begitu mencoba modemnya di komputer. Saya tak tahu kenapa mbak Gerai Esianya juga tersenyum, mungkin dianya juga memikirkan hal yang sama dengan diriku. :-)
Setelah pembelian terjadi dan sesaat sebelum pasangan itu meninggalkan lokasi, saya memberikan sedikit informasi ke pasangan tersebut kalau jaringan Wimodenya lagi tak bagus. Pasangan ini pun hanya tersenyum dan meninggalkan lokasi dengan modem Wimode barunya . Saya kemudian meninggalkan Gerai Esia ini dengan pikiran positif, semoga maintenance yang dilakukan oleh pihak Esia dipulau Suamatera ini akan membuat Wimodenya makin mantap. Semoga saja......!
17 February 2009
Free WiFi yang tak selalu gratis di kota Medan

Akhir-akhir ini saya lagi demam mencari tempat nongkrongan yang bisa ber-wifi ria. Mencari tempat seperti ini di kota Medan sebenarnya tidak begitu susah jika sering-sering berkeliling kota, abis sambil lewat banyak kita jumpai tempat makan atau hotel yang didepannya dipasang papan bertuliskan 'Area Wifi' atau semacamnya gitu lar. Saya kepikiran pertama kali itu tempat yang asyik ber-wifi ria adalah di Tong's.
Gue : 'Mbak disini bisa berwifi kan?'
Pelayan : ' Oh bisa bang?! '
Gue : 'Tapi saya diminta Username dan Password gitu?'
Pelayan : ' Apa bang...maksudnya? '
Gue : ' Ini neh....diminta passwordnya gitu lho? ' ( sambil memperlihatkan layar komputer ke pelayannya )
Pelayan : ' Oh abang langsung coba minta ke counter XL-nya sebelah sana! '
Gue : 'Dekat mana tuh? '
Pelayan : 'Abang tinggal jalan ke sana dan minta deh passwordnya! ' ( sambil menunjuk ke suatu arah )
Oh alangkah tidak nyamannya pikirku dalam hati. Untuk berwifi ini saya mesti lapor dulu ke counter XL-nya terlebih dahulu. Dengan setengah terpaksa, ku coba lar menuruti saran pelayan Pizza Hutnya. Setelah sampai di counter XL -nya, kutanyakan ke orang yang jaga counternya.
Gue : 'Mbak, saya mau berwifi ini, gimana ya caranya? '
Orang XL : ' Oh .... abang ada menggunakan kartu XL? '
Gue : ' Oh tidak mbak, gue tidak pake kartu XL! '
Orang XL : ' Kalo gitu abang coba beli kartu perdana XL-nya, seharga Rp.5000.'
'Yah terserah kartunya mau di apain, mau dikasih kembali ke saya juga boleh'
Waduh, ini namanya pemaksaan terselubung neh, dipaksa beli kartu XL baru bisa berwifi. Berarti ini sama saja guenya nyewa wifi ini seharga Rp.5000. Yah lumayan murah deh pikirku untuk berinternet semalam suntuk di sini. Lantas ku beli tuh kartu perdana, sambil mikirin mau diapain tuh kartu. Orang XL-nya lalu memprint selembar kertas kecil yang berisikan Username dan Password agar bisa berwifi ini. Setelah memasukkan tuh username dan password, akhirnya ku bisa memakai fasilitas wifi ini tanpa hambatan lagi. Sambil browsing, ku perhatikan kembali kertas yang di print oleh Orang XL tadi, ternyata disana tertera bahwa guenya hanya bisa menggunakan wifi ini hanya selama 1 jam. Oh la la, Rp.5000 untuk maen internet selama 1 jam. Lebih mahal dari sewa internet di warnet. :-) Tak ada yang benar-benar gratis di medan ini. Dan memang setelah 1 jam lebih gitu gue berinternet, koneksinya otomatis terputus. Gue akhirnya pulang dengan sedikit kekecewaan di hati. Oh dimanakah tempat di medan ini yang benar-benar ada wifi gratisnya...? hahahahaha......