21 February 2009

Tips and Trick playing Word Challenge

Di facebook ada aplikasi game yang cukup menarik untuk dimainkan yakni Word Challenge. Game ini adalah salah satu kumpulan game dari Playfish. Game ini saya tahunya dari Herawaty dan setelah coba sekali langsung ketagihan. Permainannya sederhana saja, kita diberikan 6 huruf acak, lalu kita disuruh menyusun tuh huruf menjadi kata sebanyak mungkin yang bisa terdiri atas 3 huruf sampai dengan 6 huruf dalam jangka waktu tertentu. Di akhir permainan akan muncul nilai total yang berhasil kita peroleh, yang dimana nilai ini akan menentukan ranking kita diantara teman-teman facebook yang kebetulan ada maen game ini.

Nah ketika pertama kali memainkan game ini, saya berada diurutan 70-an dgn nilai sekitar 2000-an. Setelah memainkan beberapa kali akhirnya bisa sampe ranking ke 60-an dgn nilai 4000-an. Begitu melirik nilai temenku yang ranking 1 yang ternyata mencapai 60.000-an, timbul niat untuk mengetahui tips dan trik memainkan game ini. Bang Google pun menjadi tempatku bertanya. Bang Google menyarankan cara nan praktis untuk memenangkan game ini. Seperti biasa, segala yang praktis umumnya adalah cara yang curang. Disini akan saya bagikan caranya tersebut tetapi saya sarankan untuk menghentikan membaca postingan ini jikalau anda tidak menyukai cara-cara curang memenangkan game ini.

Disini kita perlukan suatu program untuk membantu kita membentuk kata jika diberikan sederetan huruf. Istilah komputernya adalah 'bot' kalo tak salah. Setelah mencoba berbagai macam program (dan virus yang menyaru), akhirnya kutemukan bot yang pas banget. Filenya ukurannya kecil tapi besar khasiatnya. Silahkan dowload neh bot disini. Filenya dalam bentuk zip yang kalo diekstrak dalam satu folder akan terdiri atas 2 file yakni Words.Exe dan Words.Txt. Lalu pakailah browser Mozilla Firefox (botnya tak bekerja di Internet Explorer) untuk membuka permainan word challenge di facebook anda. Jalankan Words.Exe, dan ketikkan diprogram tsb deretan huruf yang muncul di permainan. Program akan secara otomatis mencari kata yang sesuai di file Words.Txt lalu mengirimkan langsung ke gamenya. Jadi kita tak perlu memasukkan kata yang muncul satu persatu. Ng..Ing..Eng..kata-kata pun bermunculan dilayar permainan. Yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah meminta game memberikan deretan huruf baru dgn cara menekan tombol 'ctrl' dikeyboard anda. Nah ketikkan lagi diprogram Words.Exe deretan huruf yang muncul.

Di permainan ini kalo kita berhasil menyusun kata yang terdiri atas 6 huruf maka akan muncul bonus round yang meminta kita menebak nama temen kita. Khusus untuk bonus round ini tak perlu digunakan tuh bot karena pasti tak berhasil punya. Tebak aja tuh nama temenmu kalo mampu, kalo tidak biarkan aja waktu berlalu dan lanjutin permainan. Anda bisa terus memakai bot ini sampai anda capek sendiri dan mencapai nilai yang anda mau. Anda tak perlu menggunakan bot ini terus menerus untuk setiap deretan huruf yang ada. Jika anda merasa ingin menebak kata dgn kemampuan sendiri, silahkan saja. Lalu jika merasa menyerah, gunakan lagi bot-nya. Nah setelah membaca sampai bagian ini seharusnya anda telah mengerti dan bisa mencoba cara ini. Jikalau ada yang tak dimengerti bole bertanya dikolom komentar dibawah ini. Selamat mencoba dan mendapatkan ranking 1 di game ini. :-D

20 February 2009

Wimode bermasalah lagi .....

Menyambung postingan saya yang lalu tentang Wimode yang lemot , kali ini bukan hanya lemot tetapi sama sekali tak bisa dipakai. Udah beberapa hari ini Wimode saya tak bisa di gunakan untuk mengakses website walaupun terdeteksi masih ada koneksi dengan jaringan. Semula saya berpikiran ini lantaran jaringannya lagi down atau ada maintenance semacamnya gitu lar. Tetapi secara mencoba berkali-kali pagi, siang dan malam selama beberapa hari ini, ternyata tidak menunjukkan suatu perubahan apapun. Lantas kuhubungi lar call centre-nya esia yang juga sedikit 'aneh' menurut saya. Ku lihat di buku panduan modemnya, ada tertulis disana no. call centre ( kalo tak salah 91009999) yang bisa dihubungi. Ternyata yang terhubung adalah bagian yang salah alias bagian panggilan internasional. Lalu mbak customer servicenya meminta saya menghubungi no. call center yang lain ( *999 ) yakni bagian kartu prabayar. Saya pun mengakhiri pembicaraan dan kembali memencet nomor yang di sarankan tersebut. Setelah itu tersambunglah dengan mbak customer service bagian kartu prabayar. Seperti panggilan yang pertama, panggilan yang kedua ini juga meminta saya menyebutkan Nama, No. Kartu, Alamat Rumah. Setelah disebutkan, saya pun berkeluh kesah ke mbak ini.

Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Oh maaf pak Johan, bapak mesti menghubungi bagian Wimode-nya neh di 91001234 untuk masalahnya, kita ini bagian kartu prabayar'
Gue : ' Oh iya, emangnya kartu wimode ini bukan kartu prabayar?'
Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Iya sih, memang kartu prabayar, tapi kalo masalah seperti ini sebaiknya bapak hubungi bagian wimode-nya langsung di 91001234'
Gue: 'Ya kalo gitu, oke deh'
Mbak Customer Service bagian kartu prabayar: ' Ada yang masih bisa dibantu, pak Johan? '
Gue: 'Kayaknya tidak ada deh, makasih ya!'

Ternyata saya di kasih informasi yang salah oleh mbak customer service yang pertama tadi.
Saya kemudian memencet kembali nomor yang di minta. Dan syukurlah untuk nomor yang terakhir ini saya berhasil dihubungkan dengan mbak bagian Wimode-nya. Begitu terhubung saya di minta lagi Nama, No. Kartu, Alamat Rumah. Alangkah efisiennya call centre Esia ini saya pikir dalam hati. Setahu saya call centre yang baik itu tidak bertele-tele seperti ini. Saya membayangkan alangkah indahnya dan efisiennya, jika kita bisa menghubungi suatu call centre, dan ternyata yang terhubung bagian yang salah, langsung customer service-nya tersebut menghubungkan kita dengan bagian yang seharusnya tanpa harus kita yang memencet kembali nomor tersebut. Mungkin service seperti ini terlampau canggih atau mahal untuk pihak Esia.

Setelah berbicara panjang lebar dengan mbak Wimode-nya ini, di ambil kesimpulan tak ada yang salah dengan jaringan Esia-nya, tak ada maintenance atau down gitu. Wah ini artinya kemungkinan modem Huawei gue yang rusak neh atau ada settingannya yang salah. Tapi setahu saya settingan koneksinya tak pernah saya ubah. Tanpa pikir panjang lagi, ku putuskan lar pihak toko yang seharusnya bertanggung jawab akan hal ini. Sampai ke tokonya, ternyata memang katanya udah ada yang mengeluh juga hal yang sama seperti saya ini. Weleh...weleh...berarti Esia-nya ini yang tak beres. Pihak toko lantas menyarankan agar langsung ke Gerai Esianya yang terletak di jalan Mongonsidi, Medan.

Sesampai disana, Gerai Esia-nya kebetulan masih sepi pengunjung, ada 3 orang customer servicen ya udah siap melayani. Saya pun memilih salah satunya untuk melampiaskan keluh kesahku.

Mbak Gerai Esia : ' Ada yang bisa dibantu pak?'
Gue : ' Iya neh Wimode sayanya kok tak di pakai ya, begini....'
Mbak Gerai Esia : ' Oh itu ya...! Yah...memang udah ada keluhan tentang ini, begini pak Johan, memang kita lagi ada perpindahan jaringan, jadi untuk Esia pulau Sumatera ini lagi ada gangguan di Wimode-nya. Ada maintenance gitu lar, pak!'
Gue : 'Lah tapi udah saya hubungi call centre-nya, katanya tak ada maintenance atau semacamnya gitu'
Mbak Gerai Esia : ' Oh itu call centre-nya kan di Jakarta, jadi tak tahu menahu tentang jaringan yang terjadi di pulau Sumatera ini '

Dalam hati ku tertawa, namanya call centre kok gitu kurang informasi dan tak nyambung begitu ya . Akhirnya di minta ama Mbak Gerai Esia-nya untuk mencoba Wimodenya di Gerai-nya langsung. Hasilnya lumayan, bisa membuka halaman utama Mozilla Firefox doank. Setelah itu tak bisa membuka apa-apa lagi. :-) Yah terakhir di akui deh, katanya saya mesti menunggu agar jaringannya kembali bagus. Dan mbak gerai Esia-nya ini tak bisa menentukan kapan penantian ini akan berakhir, jadi diminta lar nomor hapeku agar suatu hari nanti kalo udah okey bisa di kasih tahu.

Selang tak berapa lama, muncullah sepasang muda-mudi datang ke Gerai Esia ini juga yang segera dilayani mbak Gerai Esia yang lain. Ternyata pasangan ini ingin membeli modem Wimode untuk menikmati layanan wireless internet. Guenya langsung tersenyum yang di ikuti juga oleh mbak Gerai Esia yang melayaniku. Saya tersenyum karena lagi membayangkan pasangan ini yang akan bernasib sama seperti saya begitu mencoba modemnya di komputer. Saya tak tahu kenapa mbak Gerai Esianya juga tersenyum, mungkin dianya juga memikirkan hal yang sama dengan diriku. :-)

Setelah pembelian terjadi dan sesaat sebelum pasangan itu meninggalkan lokasi, saya memberikan sedikit informasi ke pasangan tersebut kalau jaringan Wimodenya lagi tak bagus. Pasangan ini pun hanya tersenyum dan meninggalkan lokasi dengan modem Wimode barunya . Saya kemudian meninggalkan Gerai Esia ini dengan pikiran positif, semoga maintenance yang dilakukan oleh pihak Esia dipulau Suamatera ini akan membuat Wimodenya makin mantap. Semoga saja......!

17 February 2009

Free WiFi yang tak selalu gratis di kota Medan


Akhir-akhir ini saya lagi demam mencari tempat nongkrongan yang bisa ber-wifi ria. Mencari tempat seperti ini di kota Medan sebenarnya tidak begitu susah jika sering-sering berkeliling kota, abis sambil lewat banyak kita jumpai tempat makan atau hotel yang didepannya dipasang papan bertuliskan 'Area Wifi' atau semacamnya gitu lar. Saya kepikiran pertama kali itu tempat yang asyik ber-wifi ria adalah di Tong's. Di depannya memang ada papan bertuliskan 'Telkomsel HotSpot'. Begitu duduk rapi dan memesan makanan, ku coba tanyakan tentang wifi ini. Tetapi saya agak sedikit terkejut begitu pelayannya bilang mesti membeli voucher terlebih dahulu untuk berwifi ini. Dengan kata lain tidak gratis tuh wifinya. Berarti selama ini asumsi guenya tentang wifi yang selalu gratis mesti segera di buang jauh-jauh. Asumsi saya cukup beralasan yakni wifi ini seharusnya merupakan fasilitas gratis yang diberikan pihak restoran agar pengunjung betah berlama-lama di restoran sehingga makanan-minuman yang dipesan juga akan semakin banyak dan ujung-ujungnya pihak restoran bakal diuntungkan dengan fasilitas wifi ini. Saya pun pada saat itu tak jadi deh menggunakan wi-fi di Tong's. Lalu semalam saya coba ke merdeka walk, tempat ini sudah sejak lama saya tahu ada disediakan wi-fi gratis. Dan memang ada dituliskan 'WaiFai Gratis' di dekat jalan masuk ke merdeka walk ini. Nah dalam hati saya pikir saya tak salah lagi, ini tempatnya udah cocok, gratisnya benar-benar udah tertera di papan itu. Saya pun memilih pizza hut sebagai tempat nongkrongan sambil melampiaskan nafsu berwifi yang tak kesampaian ini. Setelah ku coba akses internetnya muncul website XL yang meminta Username dan Password. Ku tanyakan lah ke pelayannya tentang wifi ini.

Gue : 'Mbak disini bisa berwifi kan?'
Pelayan : ' Oh bisa bang?! '
Gue : 'Tapi saya diminta Username dan Password gitu?'
Pelayan : ' Apa bang...maksudnya? '
Gue : ' Ini neh....diminta passwordnya gitu lho? ' ( sambil memperlihatkan layar komputer ke pelayannya )
Pelayan : ' Oh abang langsung coba minta ke counter XL-nya sebelah sana! '
Gue : 'Dekat mana tuh? '
Pelayan : 'Abang tinggal jalan ke sana dan minta deh passwordnya! ' ( sambil menunjuk ke suatu arah )

Oh alangkah tidak nyamannya pikirku dalam hati. Untuk berwifi ini saya mesti lapor dulu ke counter XL-nya terlebih dahulu. Dengan setengah terpaksa, ku coba lar menuruti saran pelayan Pizza Hutnya. Setelah sampai di counter XL -nya, kutanyakan ke orang yang jaga counternya.

Gue : 'Mbak, saya mau berwifi ini, gimana ya caranya? '
Orang XL : ' Oh .... abang ada menggunakan kartu XL? '
Gue : ' Oh tidak mbak, gue tidak pake kartu XL! '
Orang XL : ' Kalo gitu abang coba beli kartu perdana XL-nya, seharga Rp.5000.'
'Yah terserah kartunya mau di apain, mau dikasih kembali ke saya juga boleh'

Waduh, ini namanya pemaksaan terselubung neh, dipaksa beli kartu XL baru bisa berwifi. Berarti ini sama saja guenya nyewa wifi ini seharga Rp.5000. Yah lumayan murah deh pikirku untuk berinternet semalam suntuk di sini. Lantas ku beli tuh kartu perdana, sambil mikirin mau diapain tuh kartu. Orang XL-nya lalu memprint selembar kertas kecil yang berisikan Username dan Password agar bisa berwifi ini. Setelah memasukkan tuh username dan password, akhirnya ku bisa memakai fasilitas wifi ini tanpa hambatan lagi. Sambil browsing, ku perhatikan kembali kertas yang di print oleh Orang XL tadi, ternyata disana tertera bahwa guenya hanya bisa menggunakan wifi ini hanya selama 1 jam. Oh la la, Rp.5000 untuk maen internet selama 1 jam. Lebih mahal dari sewa internet di warnet. :-) Tak ada yang benar-benar gratis di medan ini. Dan memang setelah 1 jam lebih gitu gue berinternet, koneksinya otomatis terputus. Gue akhirnya pulang dengan sedikit kekecewaan di hati. Oh dimanakah tempat di medan ini yang benar-benar ada wifi gratisnya...? hahahahaha......