
Olala, super lambat memang kecepatan koneksinya, bandingkanlah dengan koneksi layanan Speedy yang mencapai 489/100 kbps. Untuk detail hasil koneksi Speedy udah pernah saya posting di sini . Saya tidak tahu apakah karena jaringan Esianya masih kurang bagus di Medan, tapi cukup sudah gue yang mencoba neh barang dari Bakrie Telecom..oh pak Bakri...Bakri. Karena hampir tak percaya dengan koneksi yang luar biasa ini, saya mencobanya siang dan malam. Ternyata hampir tak jauh beda kecepatannya. Ini artinya jika anda mau membuka suatu situs, anda bisa berkopi ria dan nonton teve lebih dahulu agar tidak bosan menatapi komputer anda. Jangan berharap bisa membuka video di YouTube. Bisa ubanan tunggunya, dan sebagai informasi saja, tarifnya tidak murah lho, Rp 125/menit untuk kartu prabayar dan Rp 100/menit untuk kartu pascabayar. Sekian keluh kesah dariku, semoga bisa diambil hikmahnya.
NB: Kecepatan akses Internet dari pihak Wimode sendiri di claim hingga 153,6 kbps, kayaknya salah di penempatan tanda komanya kale ya....hehehe...benar-benar penipuan massal neh :-)
15 February 2009
Wimode yang lemot
04 February 2009
Demo Membawa Maut
03 February 2009
Perayaan Sembahyang Tebu
Ini cerita mengenai ketika bangsa Manchu menaklukkan daerah selatan.
DuoDuo, seorang pangeran Manchu yang dikenal sebagai pembantai
(seperti pembantaian Yangzhou) menyerbu ke daerah Fujian. Penduduk
setempat kemudian melarikan diri dan bersembunyi di perkebunan tebu.
Sampai dengan hari ke-9 setelah tahun baru baru mereka kembali ke
rumah. Karena itu keturunan mereka kemudian setiap hari ke 9 bulan
pertama selalu mengadakan upacara sembahyangan dengan sepasang batang
tebu sebagai wujud ucapan terima kasih kepada tebu.
Memang perayaan ini patut di rayakan untuk mengingatkan akan kejadiaan di masa yang lalu. Tapi menurut saya tidak perlu dirayakan sampai berlebihan dengan acara letupan kembang api disana-sini apalagi diadakan di tengah malam begitu. Kasihan bagi yang tidak merayakannya termasuk saya ini. :-) Mungkin sebagai masukan saja, laen kali bakar kembang apinya yang tak mengeluarkan bunyi yang begitu besar, atau kalo bisa tak perlu dipasang lagi lar kembang apinya. Sayang toh duitnya terbakar begitu saja dalam waktu yang sesingkat gitu. Duitnya kan mungkin bisa untuk disumbangkan atau dialokasikan ketempat yang lebih bermanfaat. Dan efeknya ini seperti 'butterfly effect' gitu, gara-gara liat pesta kembang api kek gini, pasti banyak yang terlambat tidur dan mungkin termasuk yang jualan bakmi khek langganan saya ini. Tanpa ada pengumuman sebelumnya, pas tadi pagi mau sarapan tuh mie, eh...tak jualan pula. Karena sudah jauh-jauh kesana pengen sarapan, tapi tak buka, jadinya timbul kekesalan dihati. Karena timbul kekesalan dihati, maka ku tulis lar postingan ini. Karena ku tulis postingan ini, maka ada yang baca neh postingan. Karena ada yang baca neh postingan, yang baca juga ikut kesal lantaran postingannya berisi kekesalan. Dan...dan seterusnya.....hehehehehe..... :-) Akhir kata ku ucapkan 'Selamat Merayakan Sembahyang Tebu' bagi yang merayakannya.