27 June 2010

Pernikahan di negeri seberang


Tiba-tiba ada temen kantor memberikanku satu surat yang tak biasa. Dari perangkonya ketahuan kalo suratnya di kirim dari Singapore. Sempat ku tanyakan surat dari siapa gerangan ini kepada temen kantorku. Dia hanya tersenyum saja tanpa ku tahu maksudnya. Ku perhatikan suratnya di alamatkan untuk 'Yohan'. Tapi tak pa pa dah ku buka saja tuh surat. Jarang-jarang ada surat dari luar negeri.

Wuih....rupanya undangan ke resepsi pernikahan dari seorang teman lama. Yang bikin terkejut, acaranya di adain disalah satu hotel eksklusif di Orchard Road. Acaranya sih sekitar pertengahan bulan 7. Nah sekarang bingungnya apakah saya harus ke Singapore untuk menghadiri pernikahan temenku ini di musim liburan seperti ini. Atau hanya nitipin salam saja pada temenku ini. Dan sebagai informasi saja, gue tak pernah sebelumnya hadiri resepsi pernikaan di negeri orang. Entah sama tak ya dengan yang di Medan ? :-D

Bagi yang ingin melihat-lihat cerita tentang pernikahan ini bisa ke http://www.mywedding.com/ronniechristina. Barusan ku tahu ada blog spesial bagi yang ingin berbagi cerita tentang pernikahannya. Tak lupa kuucapkan selamat buat kedua mempelai, semoga awet dan bahagia adanya.

20 June 2010

The Naked Traveler

Di minggu pagi yang indah dan santai ini, kuputuskan untuk mengunjungi Gramedia Gajah Mada Medan. Setelah sarapan pagi bihun khek di Asia Mega Mas, meluncurlah gue ke jalan Gajah Mada. Jalanan masih sepi begitu, mungkin akibat ada libur berhubung pilkada kemaren, jadinya semua pada ke luar kota. Jam masih menunjukkan jam 9 pagi, tapi Gramedia-nya udah buka dan pengunjung udah lumayan rame juga.

Ku telusuri buku-buku satu demi satu. Ada sensasi kenikmatan saat melihat begitu banyak buku-buku dipanjang, siap-siap untuk diraih, dan di bawa pulang. Tetapi saya harus bisa menahan nafsuku yang rajin membeli buku, tapi pada saat dah beli tak jarang selalu terbungkus rapi tak tersentuh.

Ku lihat ada satu buku yang tampilannya lumayan sederhana yang judulnya 'The Naked Traveller'. Yang ngarang namanya Trinity. Dari judulnya udah tahu pasti tentang perjalanan ke luar negeri atau luar kota. Awal kirain dalamnya berisi tentang cara-cara ke luar negeri ala backpacker, biayanya, akomodasi dan sebagainya. Eh tak tahunya hanya berisi tentang pengalaman-pengalaman penulis selama berbackpacker ria ke sana-sini. Jadi hanya berisi artikel-artikel singkat yang di gabung menjadi satu buku.

Karena masih di plastik rapi, ku coba membuka plastiknya dan ku baca-baca sedikit isi di dalamnya. Weleh-weleh, ternyata menarik banget juga isinya. Spontan, segar, dan mudah di mengerti isinya. Ya udah, langsung ku sudahi kunjunganku ke Gramedia kali ini sambil membawa satu buku ini aja. Setelah membayar, saya pun melangkah masuk ke Dunkin Donuts yang kebetulan berada disamping Gramedia. Ku pesan Croissant lengkap dengan telur dan daging ayam. Lalu di temeni segelas teh manis hangat, lengkap sudahlah suasana santai tercipta. Sambil membaca buku Naked Traveller ini, saya serasa lagi berada di luar negeri sambil menunggu keberangkatan berikutnya. hehehehehehehe.......

Setelah membaca artikel yang satu, ku terus membaca artikel yang lain, tidak terasa sungguh menarik memang pengalaman dari penulis yang satu ini. Pas dirumah, kucoba nyari di internet, eh tau-taunya neh penulis udah pernah masuk TV, fansnya juga banyak di facebook. Lalu yang bikin gue ketinggalan, rupa-rupanya udah ada buku yang ke -2 Naked Traveller ini. hehehehe...

Bagi yang suka traveling , buku ini bisa menjadi inspirasi dan pengingat akan pengalaman-pengalaman selama bepergian. Atau bagi yang tidak suka traveling, buku ini bisa menjadi pengganti akan pengalaman bepergian ke luar negeri, jadi tak perlu ke sana, tinggal baca neh buku, udah dapat deh pengalamannya. :-P

06 June 2010

Fun Walk Waisak yang gagal ku ikuti


Seyogianya minggu pagi kemaren gue ikutan Fun Walk dalam rangka memeriahkan Waisak tahun 2010 ini. Start dan Finish -nya di Pelataran Parkir Deli Plaza - Medan. Dengan membayar Rp.35.000 kita dikasih kaos dan bakalan ada dikasih snack pada saat kegiatan Fun Walk diadakan. Gue pun dari malam minggu udah mulai persiapan. Dari beli makanan cepat saji untuk pengganjal perut ampe minuman demi suksesnya acara Fun Walk ini. Bangun jam 5.30 A.M , terus bersiap-siap diri, berangkatlah daku menaiki sepeda motor Revo menembus dinginnya udara pagi menuju Deli Plaza.

Sambil jalan ku lihat banyak juga peserta lain yang lagi menuju ke sana lengkap dengan kaos Fun Walknya. Pada saat melewati jalan Sutomo, tiba-tiba motorku oleng. Oh my, ban motorku kempes lagi. Yap, emang sabtu kemaren barusan gue ganti ban dalam motorku ini. Ku periksa banku, tapi tak nampak ada paku atau benda semacamnya yang tertancap.

Jam baru menunjukkan pukul 6.00 A.M. Jalanan masih sepi begitu. Terpaksa ku ingat-ingat, tukang tambal ban yang terdekat di daerah situ. Akhirnya kudorong tuh motor kesana. Sesuai perkiraan, belum ada tuh tukang tambal bannya. Ku niat dan teguhkan hati untuk menunggu sampai datang tuh tukang. Sambil nunggu ku keluarkan bekal makanan dan menyantapnya sambil lalu. Ku hanya bisa melihat para peserta fun walk yang lagi menuju ke deli plaza dengan perasaan sedih. Ditambah lagi acim-acim yang baru ingin ke pasar melihatku dengan mata melotot dan perasaan bingung. 'Ngapain yah tuh anak dengan muka sedih banget di lokasi tambal ban gitu?Apakah dia barusan mengalami pelecehan disana?' mungkin itulah pikiran acim-acim itu dalam hati.

Akhirnya tukang pun datang, hatiku pun menjadi senang. Ban dalamku setelah diperiksa ternyata telah robek sedemikian parahnya. Terpaksa ganti ban dalam lagi. Motorku pun kembali melaju di jalanan. Gagal sudah niatan untuk ikutan fun walk. Karena masih pagi, ku susuri saja rute fun walk-nya. Sepanjang jalan masih terlihat barisan peserta yang lagi ber-fun walk. Gue hanya bisa ikutan 'fun ride' saja disamping barisan. hehehe..... Terlihat juga beberapa orang memakai baju hitam bermotor, ini panitia yang membantu melancarkan rute perjalanan fun-walknya. Sambil jalan, gue pun berpikir dan berpikir. Apakah ini saatnya gue harus mengganti ban luar menjadi yang tubeless saja agar insiden ini tidak sering terjadi lagi dimasa akan datang? Apakah ada kekurangannya memakai yang tubeless? Ada temen-temen pembaca sekalian yang bisa membantuku.