Buku ini juga bercerita banyak tentang kegiatan Yayasan Tzu Chi yang sudah mempunyai banyak cabang di berbagai negara. Membaca buku ini layaknya memberikan siraman air agar benih-benih kebajikan dapat tumbuh subur di dalam sanubari kita. Buku ini memberikan pesan bahwa kebajikan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri, di mana saja dan kapan saja. Salam Damai !!!
27 April 2009
Master Cheng Yen : Teladan Cinta Kasih
Buku ini juga bercerita banyak tentang kegiatan Yayasan Tzu Chi yang sudah mempunyai banyak cabang di berbagai negara. Membaca buku ini layaknya memberikan siraman air agar benih-benih kebajikan dapat tumbuh subur di dalam sanubari kita. Buku ini memberikan pesan bahwa kebajikan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri, di mana saja dan kapan saja. Salam Damai !!!
18 April 2009
Gigi Sensitif akibat Penurunan Gusi

Guenya kemaren siang terpaksa mesti ke dokter gigi lantaran ada timbul ngilu-ngilu di gigi gerahamku. Tanpa membuat janji temu sebelumnya, dan jam sudah menunjukkan pukul 12 siang gitu, guenya coba menelepon dokter gigi langgananku. Tak diangkat teleponnya. Lagi makan siang dokternya pikirku. Lalu guenya langsung meluncur ke klinik dokter gigi lain yang syukurlah masih buka. Sesudah mendaftar, selang tak berapa lama guenya langsung di persilahkan masuk karena kebetulan lagi tak ada pasien di klinik dokter gigi ini. Begitu masuk ruangan, guenya tak nampak satupun dokter gigi. Yang nampak hanyalah seorang bapak bermuka sangar berperawakan gemuk besar memakai baju santai berwarna merah lagi duduk manis. Dari muka dan penampilan guenya ragu apakah benar beliau itu dokter giginya. 'Busyet, kayaknya gigi gue bakalan di tangani oleh bapak gemuk ini. Mungkin dokter gigi yang aslinya lagi makan siang, jadi sementara digantikan oleh bapak gemuk ini. Oh haruskah ku berlari dan batalin saja pemeriksaan yang bakalan beresiko ini? Bisa ngak ya bapak gemuk ini periksa gigiku?' bisikku dalam hati. Ku lirik sana-sini, mana tau ada dokter gigi yang lain. Ternyata hanya bapak dan guenya saja di ruangan periksa ini. Sempat timbul penyesalan, kenapa mesti waktu makan siang begini guenya periksa gigi.
Tapi untunglah tak berapa lama, muncul dokter gigi aslinya dari ruangan disampingnya. Dokter giginya seorang wanita paruh baya, mukanya tak jelas berhubung dianya pake penutup mulut. Tapi dari rambut dan mata, seharusnya dokter ini termasuk ayu orangnya. Dokter gigi yang saya temui selama ini tak pernah jelas mukanya berhubung pake penutup mulut semua, mungkin inilah cara yang paling efektif agar kliniknya tetap eksis. Bayangkan saja, kalo dokter giginya itu nonjol keluar giginya, saya yakin tak begitu banyak pasien akan berkunjung ke kliniknya ( dokternya aja tak rapi giginya, cemana mau obatin gigi orang ya ). Jadi mendingan ditutup saja mulutnya, aman toh. Selain kekurangan diri dari dokter giginya tertutupi, kekurangan diri dari sang pasien (seperti bau napas dan bau yang lain-lain) juga terhindari. Sempurna!. :-)
'Ada keluhan apa ya?' tanya dokternya
Gue ceritain segala isi hatiku dan penderitaanku kepada dokter ini.
Tanpa kain basa dan nasi basi, dokternya pun segera mendekati mukanya ke mulutku ( yang udah gue buka lebar-lebar) dan memeriksa gigiku dengan telaten.
Singkat cerita, gigiku ada yang mesti ditambal, lalu soal ngilu-ngilu itu lantaran karena gusi guenya dah turun. Jadi akar giginya terpapar dengan dunia luar yang seharusnya berada dalam gusi. Berhubung akar gigi tak dilapisi email (pelindung gigi) dari sononya, maka kalo kena yang panas, dingin, asam, manis bisa timbul ngilu gitu. Kata dokternya , penurunan gusi ini lantaran guenya terlampau bersemangat dalam menggosok gigi sehingga memberikan tekanan yang berlebih dan lama kelamaan gusinya akan menurun.
Guenya dikasih solusi agar memakai sikat gigi yang agak lembut bulunya, pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, dan sehabis menyikat gigi, busanya di diamkan terlebih dahulu di dalam mulut sebelum di buang. Lalu yang terakhir jangan keluarkan tenaga terlampau besar saat menggosok gigi. Semoga saran ini bisa diikuti oleh pembaca sekalian sebelum gigi anda sensitif. Waspadalah...!!!
15 April 2009
Rubik
Buat informasi saja, kayaknya di medan ini ( baca : di sekolah-sekolah ) lagi booming permainan Rubik ini. Saya tak tahu siapa pelopornya tapi yang pasti hampir setiap anak sekolah lagi asyik utak-atik neh kotak berwarna-warni. Terus terang saja, sampai sekarang ini saya masih meminjam neh rubik. Sempat pengen beli juga, tetapi setelah cari sana-sini tak ketemu-ketemu. Menurut informasi, kalo yang original itu bisa sampai seratus ribu lebih, tapi kalo yang murah yang harganya 7 ribua-an juga ada tapi belinya di dekat sekolah.
Menurut Wikipedia, permainan ini sampai ada club dan turnamennya segala. Cukup mendunia memang neh benda. Ayo ber-rubik ria!

