04 May 2013

iAtkos L1 Lion 10.7.1 di PC :-)


Print screen seperti gambar diatas adalah gambar desktop monitor ku yang terbaru. Yap, betul, itu adalah tampilan khas Mac OS X yang saya install ke PC-ku. Yeeeeh...... akhirnya terinstall juga neh OS sakti setelah beberapa hari kurang tidur ngurusin neh benda. :-) Judul lengkapnya adalah Mac OS X Lion versi 10.7.1. Graphic Card Nvidia GeForce GT430-nya sudah Full Accelerated lho. Apaan sih artinya itu? Tenang...akan saya coba sharing di postingan kali ini. 

Install neh OS boleh dibilang susah-susah mudah. Banyakkan susahnya daripada mudahnya. hehehe....
Ini berhubung Mac OS X kan adanya di komputer Mac, jadi kalau mau di install di komputer desktop PC biasa mesti di hack dulu neh OS. Tetapi di dunia maya sana sudah beredar berbagai macam Mac OS X yang sudah di hack. Istilah Hackintosh namanya. Sebut saja ada iPC , iAtkos, iDeneb, dan lain-lain. Yang menjadi tantangan utama dalam instalasi neh OS di PC adalah berhubung begitu beragam spesifikasi PC/Laptop di luar sana. Jadi kalau ingin mencari tata cara instalasi Mac OS yang sesuai dengan spesifikasi komputer kita perlu perjuangan sendiri. Yah syukur-syukur temukan yang pas dengan komputer kita maka instalasi pun tidak akan menemukan kendala yang berarti. Maka yang saya lakukan berhari-hari adalah membaca postingan di forum-forum yang ada di internet. Dari yang berbahasa inggris seperti insanelymac sampai yang berbahasa indonesia seperti mac-inul.

Di postingan kali ini akan saya sharingkan tata cara instalasi Mac OS X sesuai spesifikasi komputer desktop-ku, yakni :

Motherboard BioStar H61MH 6,0
Prosesor Intel Core i3 2100 ( 3.09 GHz )
Kartu Grafis NVIDIA GeForce GT 430
Memory 4GB
Ethernet OnBoard
Sound OnBoard

Kebetulan temukan bantuan di http://mac-inul.com/viewtopic.php?p=34061 yang spesifikasi komputer mirip dengan saya punya. Ini memberikan angin segar sekaligus semangat untuk instalasi Mac OS X ini. Distro yang saya coba install terlebih dahulu berjudul iPC 10.5.6 versi beta (Leopard). Ini saya download langsung dari internet. Dengan mengikuti langkah-langkah sesuai di website diatas, maka Mac OS X pertama yang berjudul Leopard pun hadir di monitor desktop-ku. Cukup membanggakan tetapi ada beberapa kekurangan disana-sini. Tampilan grafiknya masih kacau. Prosesor saya hanya terdeteksi 1 GHz doank. :-). Suara tidak keluar.

Berhubung kurang puas dengan hasil ini, maka ku lanjutkan dengan instalasi ulang. Kali ini saya mencoba iDeneb v1.5.1 OSX86 10.5.7 (Leopard). Yang ini lebih parah, di proses instalasi-nya pun sudah menemui kendala. Mouse USBnya tidak bisa bergerak. Walah..apa pula ini masalahnya. Cari sana-sini tak ada temukan solusi yang berarti. Tetapi untunglah setelah dicoba utak-atik BIOS-nya, masalah ini pun kelar. Bagi yang temukan masalah seperti saya ini, silahkan di BIOS-nya di bagian USB Configuration ubah USB legacy Support jadi disabled. Oh ya untuk bisa instalasi Mac OS X ini, langkah pertama dan teramat penting adalah di BIOS-nya ubah bagian SATA Configuration-nya dari IDE mode ubah ke AHCI mode. Kalau tak di ubah, bakalan tak terinstall neh OS.

Okay setelah iDeneb terinstall, maka komputer pun di restart. Nah masalah pun muncul, keyboard PS/2 yang sebelumnya berfungsi lancar, sekarang tidak terdeteksi. Dilayar pun muncul pesan kesalahan kalau tidak terdeteksi adanya keyboard. Wah bikin kesal aja.

Sehari sebelumnya pada saat membeli DVD blank , ternyata toko nya ada jual DVD software berjudul Mac OS X Lion. Setelah dibuka , ternyata isinya iAtkos L1 ( Lion 10.7.1). Wah, mantap deh tak perlu download dari internet yang perlu berhari-hari. Maklum filenya gede ( 4 GB lebih ). Langsung saya coba install lagi dengan harapan ini bakalan berhasil. Tetapi ada daya, ternyata keluar lagi pesan kesalahan yang sama, yakni tidak terdeteksi adanya keyboard PS/2-nya. Saya mencoba keyboard yang baru berjenis USB punya. Okay, masalah teratasi. Instalasi berjalan mulus dan akhirnya Mac OS X Lion pun hadir di PC saya. 

Suara walaupun belum keluar dari loudspeaker tetapi berhubung di websitenya ada diajarin caranya maka tidak ada masalah. Tinggal download Kext -nya ( sama dengan Driver kalau di Windows ) maka suara pun muncul. Ini berarti sudah berjalan sempurna deh Mac OS X Lion di PC - ku. Buktinya prosesor, kartu grafis semua terdeteksi- full acceleration lagi. Artinya berjalan mulus dengan buktinya kalau pas menambah Widgetnya, ada keluar seperti genangan air. Horay...Horay....saatnya belajar memakai Mac OS X deh. Yang pertama saya pelajari adalah bagaimana Print Screen agar bisa mengambil gambar dan bisa di upload ke blog ini. Ternyata mudah tinggal tekan LambangWindows+Shift+3 . :-) . Dan postingan blog kali ini pun saya ketik memakai Safari -nya Mac OS X baru ini. :-) Oke dah...masih banyak yang perlu di explore. Selamat mencoba ya !

25 April 2013

Modifikasi di Piratebox

Berawal dari iseng-iseng, akhirnya Pirateboxnya bisa sedikit demi sedikit saya ubah wajahnya. Sebelumnya yang berwajah seperti gambar dibawah ini :

Memang tidak ada yang salah dengan tampak depan halaman pirateboxnya, tetapi gambar tengkorak hitam itu dari awal sungguh menakutkan bagiku. Maka ku ubah lah sehingga menjadi lebih tenteram penampakannya seperti gambar dibawah ini:

Caranya pun tidak sesusah yang saya pikirkan. Dengan memakai program Putty saya akses masuk ke dalam pirateboxnya. Ketika sudah masuk, akses ke folder /opt/piratebox/www
Nah disana ada file bernama index.html dan forum.html. File inilah yang memberikan saya kemampuan untuk mengubah gambar tengkoraknya dan menerjemahkan kalimat-kalimat menu di pirateboxnya.

Berikut daftar file-file gambar tengkorak yang saya gantikan:
piratebox-logo-small.png
piratebox-logo.png
favicon.ico

Berikutnya saya juga ubah tampilan directory listing dari file-file dipirateboxnya. Ternyata bisa dipercantik dengan icon-icon sehingga layaknya melihat file di Explorer. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di tampilan berikut ini (klik pada gambar untuk memperbesar gambarnya) :


Untuk ini saya harus mengambil file css-nya di sini . Lalu download file iconnya di sini atau/dan di sini
Filenya ini seterusnya saya pindahkan ke dalam satu folder(.icons) di pirateboxnya yakni di folder /opt/piratebox/www

Selanjutnya perlu juga di modifikasi sedikit file lighttpd.conf yang ada di folder /opt/piratebox/conf/lighttpd .
Cukup dengan menambahkan 2 baris kalimat berikut :

dir-listing.activate = "enable"
dir-listing.external-css = "/.icons/dir-listing.css"


Tampilan daftar filenya pun menjadi jauh lebih indah. Jadi sekarang nampak jelas yang mana folder, yang mana file gambar, file film , dan sebagainya.

Terakhir yang saya modifikasi adalah PirateBox Boardnya yang juga dulunya ada gambar tengkoraknya. Setelah diubah maka menjadi adem ayem seperti gambar berikut ini:


Untuk yang satu ini tinggal di konfigurasi file bernama  config.pl yang ada di  folder /opt/piratebox/www/board/

Ganti saja tulisan Piratebox Board -nya , lalu nama file gambarnya. Ta..dah...akhirnya selesai deh!. Mungkin agar klop bisa sekalian dimodifikasi nama Wi-Fi untuk pirateboxnya yang biasanya bernama Pirate Box-Share Freely. Untuk ini tinggal akses ke /etc/config/wireless . Ganti sesuai keinginan kita.

Lalu sebagai penutup saya akan sharing beberapa perintah di Putty yang sering saya pakai ( di Android ada program serupa bernama ConnectBot ) :

--------------------------------------------------------------------
Hapus folder : rm -rf /opt/piratebox/share/Shared/namafolder

Tampilkan file : ls -al /opt/piratebox/share/Shared

Buat folder : mkdir /opt/piratebox/share/Shared/namafolder

Pindahkan file : mv /opt/piratebox/share/Shared/namafile /opt/piratebox/share/Shared/foldertujuan

Hapus file: rm /opt/piratebox/share/Shared/file.jpg

Lompat ke folder : cd /opt/foldertujuan

Restart Piratebox: 
cd /
/etc/init.d/piratebox stop
/etc/init.d/piratebox start
--------------------------------------------------------------------
Perintah vi yang sering saya pakai adalah:
Edit --> i
Selesai edit --> Esc
Simpan dan keluar --> :wq
Keluar --> :q atau :quit!

Install Piratebox di TP LINK MR3220

Setelah berhasil menginstall piratebox di TP LINK MR3020, saya kali ini juga telah memiliki piratebox di TP LINK MR3220. Caranya persis sama yakni pertama sekali perlu di install OpenWrt . Langkah selanjutnya adalah menginstall PirateBoxnya. Untuk kali ini saya tidak menemukan kendala yang berarti. :-)

TP LINK MR3220

Untuk TP LINK MR3220 ini saya menggunakan flash disk berkapasitas lebih besar yakni 32GB. Rencananya akan saya isi dengan film sehingga bisa streaming melalui hape. Sementara ini saya cukup puas dengan performansi dari TP LINK ini. Lalu bagaimana nasib piratebox TP LINK MR3020 nya? Nah untuk adiknya ini sudah saya putuskan untuk dipakai di rumah saja. Semoga bisa sharing data untuk tetangga-tetangga satu kompleks. Dan karena sifatnya yang mobile, TP LINK MR3020 ini saya hubungkan dengan Power Bank 13600 mAh. Jadi ceritanya bisa dibawa kemana-mana. Irit banget lho ternyata, abis dari lusa kemaren di pakai sampai sekarang Power Banknya masih 75% full. 

Sedikit informasi yang saya dapatkan, untuk memantapkan performansi pirateboxnya, katanya  file network configuration yang ada di /etc/config/network bisa di hapus 2 baris terakhirnya yakni

        list dns '192.168.2.1'                                                           
        list dns '8.8.8.8'

Terus terang yang saya rasakan sekarang pirateboxnya bisa menangani file-file besar yang mana dulunya sempat kewalahan. Selamat mencoba !
P.S. Berikut perintah-perintah vi untuk mengedit file memakai program Putty (SSH terminal client).