Inilah yang membuatku mengadopsi hape baru lagi. Kali ini pendampingku dari Nokia tipe c3, dari sisi harga termasuk murah yakni 1 jutaan. Udah bisa wi-fi dan radio. Sementara masih oke-oke aja kecuali pas ngetik sms terasa agak lambat. Semoga gangguan ini hanya bersifat sementara sampai saya terbiasa dengan tombol QWERTY-nya. Lalu no.contact temen-temen mesti diisi kembali satu persatu berhubung saya tak tahu cara memindahkannya dari hape sony lamaku. Ada yang bisa membantu?.
15 August 2010
Nokia C3
Inilah yang membuatku mengadopsi hape baru lagi. Kali ini pendampingku dari Nokia tipe c3, dari sisi harga termasuk murah yakni 1 jutaan. Udah bisa wi-fi dan radio. Sementara masih oke-oke aja kecuali pas ngetik sms terasa agak lambat. Semoga gangguan ini hanya bersifat sementara sampai saya terbiasa dengan tombol QWERTY-nya. Lalu no.contact temen-temen mesti diisi kembali satu persatu berhubung saya tak tahu cara memindahkannya dari hape sony lamaku. Ada yang bisa membantu?.
06 August 2010
OMR dan OCR
Nah selanjutnya teknologi yang bernama OMR. Dari sejak SMA dulu saya sudah pernah mendengar istilah ini. Apalagi pas lagi mau ikutin tes masuk perguruan tinggi. Yah memang pemeriksaan hasil ujian tes masuk ini memakai teknologi ini. Berbeda dengan OCR, OMR mengenali 'tanda' di kertas dokumen. OMR yang dulu saya tahu harus memakai kertas khusus dan scanner khusus OMR. 'Tanda' yang bisa dikenali pun harus dibuat dari pensil khusus seperti jenis pensil 2B yang lazim digunakan. Jadi pada saat mengikuti tes masuk dulu, saya harus mengisi lembar jawaban dengan membuat bulatan-bulatan hitam. Saya pun selalu diwanti-wanti agar kertasnya pun tidak boleh terlipat agar tidak mengganggu proses scanningnya nantinya.
Setelah saya mengadopsi satu buah scanner Canon Lide-100, terlintas dalam pikiranku apakah dengan scanner biasa bisa juga melakukan OMR tersebut. Kalau bisa kan alangkah bagusnya sehingga saya bisa memeriksa ujian/test untuk murid-muridku dengan lebih efisien. Setelah cari di dunia maya ternyata dapat satu program yang namanya Remark Office OMR. Program ini mengklaim bisa melakukan OMR tanpa mesin khusus dan kertas khusus. Kebetulan dikasih programnya demo-nya, maka tak ada ruginya gue mencobanya. Eh..eh..ternyata beneran, programnya canggih amat. Setelah di install, programnya sendiri terdiri atas 3 bagian , yakni:
1. Remark Office OMR Template Editor
Ini untuk membuat kertas jawaban (template) agar bisa di kenali program ini.
2. Remark Office OMR Data Centre
Ini untuk mengekstrak data dari kertas jawaban yang telah diisi ( dibulat-bulatin ).
3. Remark Office OMR Grade Wizard
Ini untuk mengeluarkan hasil test ( nilai ) berdasarkan kunci jawaban yang telah dimasukkan sebelumnya.
Karena programnya masih demo, terdapat keterbatasan disana-sini seperti tak bisa disimpan datanya, tak bisa di cetak, dan sekali periksa hanya bisa 10 lembar jawaban. Iseng-iseng gue tanyain ke yang empunya program yang ternyata ada kantor cabangnya di singapore dan mendapatkan jawaban seperti ini :
'Thanks. We can sell you the Remark Office OMR at US$995 per copy ex-Singapore. The courier charge to Medan will be another US$75. If there is any tax or duty, you have to handle from your side.'
Dengan harga yang begitu tinggi menurut ukuran guenya, terpaksa harus berpuas diri dulu dengan program demonya sembari mencari-cari program alternatif lainnya. Selamat mencoba!
