
Oke deh, mendingan cerita yang lain dah. Minggu yang lalu akhirnya kesampain nafsuku untuk nonton film 3D di studio 21 Sun Plaza. Film jenis ini memang masih barang baru di kota ini, dan kebetulan hanya tersedia di bioskop Sun Plaza. Harga tiket lebih mahal Rp.5 ribu jadi jatuhnya Rp. 30 ribu kalo nontonnya di hari biasa.
Film 3D pertama yang masuk adalah Avatar yang fenomenal itu.
Film ini sebelumnya udah ku tonton dalam versi biasa, tapi lantaran penasaran dgn yg 3D, makanya tonton lagi. Yang pasti versi 3D-nya tak ada teks terjemahan bahasa indonesia. Lalu kalo disuruh bandingin dengan yang versi original, versi 3D ini memang agak capek nontonnya. Kabarnya banyak yang mengeluhkan sakit kepala, puyeng-puyeng, mual-mual setelah menonton film ini. Mungkin mata ini masih perlu penyesuaian untuk menonton yang beginian. Ini mirip dengan kalo kita lagi pengen pake kacamata baru, pasti ada terasa puyeng-puyengnya. Tapi disini yang ingin saya komentari ada bentuk kacamata 3D-nya yang lumayan besar gagangnya. Ini agak sedikit menggangu bagi saya yang udah berkacamata minus ini. Hemat saya ada baiknya kacamata ini di jual saja ke penonton, sehingga bisa dimodifikasi agar cocok dengan kebutuhan masing-masing orang. Contohnya kalo saya kalo udah beli tuh kacamata 3D, pengennya di copot aja lensa 3D nya dan ditempelkan ke lensa kacamata minusku. Jadinya terasa nyaman gitu pakainya.
Banyak juga yang mengeluhkan lensa 3Dnya udah banyak yang bergaris-garis, sehingga kalo dipakai terasa kabur gitu. Saya kira ini patut menjadi perhatian pihak manajemen studio 21 kalau entar ada lagi diputar film 3D yang lainnya.
Udahkan anda mencoba nonton film 3D ini ?
Oke deh cukup sekian dulu postingan singkatnya kali ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya.
18 January 2010
Film 3D Avatar
16 January 2010
Kurasan Parit kembali menghantui kota Medan
Wuih...akhirnya telkomsel flashku kembali ke kecepatan normalnya. Memang agak aneh ya, namanya paket Unlimited, tetapi sebenarnya Limited. Satu bulan dikasih jatah 2 GB, yang artinya setelah melewati 2 GB, anda masih bisa connect tetapi kecepatannya udah lambat benar. Ini tandanya tidak ikhlas ngasih Unlimited-nya. :-)
Oke deh setelah sekian lama tidak ngepost, sebenarnya banyak yang ingin di post. Tetapi disini gue mau ngasih informasi kalo akhir-akhir ini jalan kota medan sungguh berdebu. Ini lantaran pihak pemko Medan lagi hobi-hobinya ngorek parit. Yah katanya supaya parit tidak tersumbat dan mengurangi banjir di kota medan tercinta ini. Menurut saya ini merupakan langkah yang bagus sebab nampak ada usaha dari pihak pemko untuk mengatasi salah satu permasalahan utama di kota ini yakni banjir. Tetapi caranya tidak berubah dari dulu, hasil kurasan tetap dibuang ke jalan dan inilah akhirnya timbul masalah baru. Bayangkan hasil kurasan dari parit berwarna hitam pekat ini menutupi hampir semua badan jalan. Mirip jalan becek di pasar tradisional gitu jadinya. Kalau dilalui oleh kenderaan bermotor bakal berterbangan debunya setelah mengering hasil kurasannya.
Yang parahnya ini seolah-olah menjadi kesengajaan dari pihak pekerjanya. Karena menurut informasi dari media cetak, pihak pekerja ada yang meminta pungutan liar jika ada yang ingin hasil kurasannya segera disingkirkan dari depan rumahnya. Jika tidak maka akan dibiarkan berhari-hari barusan diangkut. Alasannya agar mengering dahulu kurasannya barusan bisa diangkut.
Kalo pagi pada saat gue ingin sarapan, ku lihat debu-debu berterbangan mirip badai pasir gitu. Terpaksa mesti memakai masker jika tidak ingin terkena ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ). Lucunya lagi ada pembantu rumah tangga yang karena mungkin diperintahkan ama majikannya untuk mengurangi debu-debu berterbangan ini, menyiram jalan dengan air. Tetapi airnya bukan air ledeng, melainkan air dari parit. Lah ini bukannya menambah kotoran lagi ke jalan. Jadi lengkaplah sudah udara di kota medan ini, ada debu, bau dan sekaligus bibit penyakit. Yah parahnya itu terjadi persis didepan toko yang jual roti. Bukannya pelanggan begitu ingin masuk bakalan tercium bau dari air parit tersebut? Udah lah...hanya Tuhan yang bisa mengerti mereka tersebut.
Dan gue harus mengakhiri postingan ini sebelum merusak akhir mingguku ini. :-)
01 January 2010
Postingan Awal Tahun
Itu sedikit curhatan hatiku setelah semalam kesal bgt lantaran
tak bisa pulang karena banyak yg hentikan motornya ditengah jalan hanya untuk melihat kembang api. Saya tak habis pikir sebenarnya apa gunanya sih tumpah ruah dijalanan seperti itu. Udah semacam tradisi tahun ke tahun. Kasihan banget kalo tiba-tiba ada yang sakit dan mesti dilarikan ke rumah sakit, eh tiba-tiba macet seperti itu. Pak polisinya pun entah hilang kemana.
Oke dah, semoga ini memberikan pelajaran bagiku ditahun mendatang kalo malam old&new tak bole keluar. Selamat menjalani tahun 2010 saudaraku.